31 Maret 2011

Gaji PNS Bebani APBD Kota Sukabumi

Sukabumi - Hampir separuh Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Sukabumi habis terpakai untuk belanja pegawai. Bahkan sebagian besar alokasi belanja pegawai habis tersedot biaya gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS). Kondisi itu menjadi salah satu penyebab timbulnya defisit APBD Kota Sukabumi tahun tahun 2011.
Pernyataan itu diungkapkan Ketua Fraksi Demokrat Bersatu, Hendri Slamet menanggapi defisit APBD Kota Sukabumi sebesar Rp 22,7 miliar. Untuk menghindari defisit anggaran tahun depan, Hendri mengusulkan tidak ada rekruitmen CPNS yang baru. Sebab Dana Alokasi Umum (DAU) yang merupakan sumber pendapatan APBD Kota Sukabui tidak mengalami penambahan.

Pembangunan Gedung PGRI Menuai Protes

Sukabumi - Rencana pembangunan Gedung PGRI di Kampung Cibungur Kecamatan Cibeureum Kota Sukabumi mengundang reaksi dari sejumlah guru. Pasalnya, bangunan untuk Sekretariat PGRI ini belum jelas mengenai hitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Sedangkan alokasi anggaran pembangunan sudah ditetapkan sebesar Rp 5 miliar.
Reaksi itu salah satunya disampaikan anggota PGRI yang juga guru ahli bangunan SMKN 1 Kota Sukabumi, Dadang Hernawan. Selain RAB belum jelas, Dadang mengeluh kebijakan Pengurus PGRI yang akan membebankan biaya pembangunan gedung kepada para anggotanya. Sebab pengurus PGRI akan memungut iuran kepada anggotanya dengan kisaran antara Rp 500.000 hingga Rp 1 juta.

Kantor Kesbangpol Kota Sukabumi Nunggak Gaji

Sukabumi – Puluhan pegawai tidak tetap (PTT) di lingkungan Kantor Kesbangpol dan Linmas Kabupaten Sukabumi mengeluh akibat belum menerima honor selama tiga bulan. Honor yang belum dibayar itu terhitung sejak Januari – Maret 2011. Sedangkan pembayaran honor di instansi lainnya berjalan cukup lancar.
Kekecewaan semakin bertambah ketika uang makan belum diterima sekitar 27 petugas Linmas itu. Bahkan muncul rumor sebagian uang honor sudah terpakai salah seorang oknum Kantor Kesbangpol. Sehingga honor yang akan mereka terima hanya akan diberikan untuk Bulan Perbuari dan Maret.

Buat KTP Ternyata Bayar Rp35 Ribu

NYALINDUNG -- Penerapan pembuatan KTP gratis ternyata hanya isapan jempol belaka. Buktinya, di Kecamatan Nyalindung warga yang hendak membuat KTP tetap harus membayar Rp35 ribu per KTP. Tak ayal, pemasangan tarif KTP ini dikeluhkan warga.

23 Maret 2011

Kran Pemekaran Baru Dibuka Usai Revisi UU 32

JAKARTA -- Pemerintah mengulur masa moratorium pemekaran. Jika sebelumnya pembahasan RUU pemekaran dijanjikan dimulai lagi jika sudah kelar penyusunan grand design penataan daerah, kini ada alasan terbaru. Keran pemekaran akan dibuka lagi setelah selesai pembahasan revisi UU Nomor 32 Tahun 2004.
Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Kemendagri, Djohermansyah Djohan menjelaskan kebijakan pemerintah terbaru ini. Secara runut dibeberkan, hingga saat ini pemerintah masih melakukan evaluasi terhadap sejumlah daerah otonom baru. Sebagian memang sudah selesai dievaluasi. Hasil evaluasi ini nantinya menjadi acuan penyusunan grand design penataan daerah.

Kinerja BKBP Dipertanyakan Dishutbun Kab. Sukabumi

SUKABUMI, (PRLM).- Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengembangan SDM, Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kab. Sukabumi, Wawan Suwandi, S.H., M.Si., kecewa dan mempertanyakan dengan kinerja Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBP) Kab. Sukabumi.

Warga Blokir Pabrik Sepatu Merk "Nike"

Sukabumi - Puluhan warga memblokir jalan menuju lokasi pabrik sepatu di Kampung Baros Desa Titisan Kecamatan Sukalarang Kabupaten Sukabumi, Selasa (22/3) kemarin. Aksi warga ini nyaris melumpuhkan aktivitas perusahaan yang memproduksi sepatu merk terkenal “Nike” ini. Upaya pemblokiran berhasil digagalkan aparat kepolisian yang berusaha melakukan negosiasi dengan pimpinan pengunjuk rasa.
Menurut keterangan yang dihimpun Jurnal Bogor, aksi warga dipicu ulah perusahaan yang dianggap melanggar kesepakatan bersama . Kemarahan semakin bertambah setelah rekanan perusahaan dituding belum melunasi hutang pengiriman bahan material sebesar Rp 800 juta. Sejauh ini warga masih memberikan toleransi bagi perusahaan untuk menyelesaikan kewajibannya.

BPSK Menangkan Pelanggan PLN

Sukabumi - Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kabupaten Sukabumi memenangkan gugatan pelanggan listrtik, Deliana Irianto (52) terhadap PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sukabumi. Sidang penyelesaian sengketa konsumen ini digelar di Cibadak, Senin (21/3).
Dalam putusannya BPSK menghapus kewajiban Deliana Irianto untuk membayar denda sebesar Rp 2,4 juta. Besaran denda muncul setelah Deliana dianggap telah melanggar penggunaan Kwh. Namun putusan belum inkrah karena keduabelah pihak masih diberik kesempatan mengajukan keberatan.

Muhammadiyah Sukabumi Harus Dibagi Dua

Sukabumi - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukabumi punya kewajiban melakukan pemekaran kepengurusan organisasi ini menjadi dua. Satu kepengurusan berada di Kota Sukabumi dan yang lainnya berada di Kabupaten Sukabumi. Amanat itu disampaikan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat, KH. Ayat Dimiati saat menghadiri serah terima jabatan kepengurusan PDM Sukabumi periode 2010 – 2015 di Kampus UMMI Jalan R. Syamsudin, Selasa (22/3) kemarin.

Kantor Pos Gunakan Metal Detektor

Sukabumi -- Teror bom buku yang terjadi di Jakarta beberapa waktu lalu membuat semua kalangan merasa khawatir. Akhirnya berbagai lembaga mulai dari pemerintahan hingga swasta langsung melakukan tindakan antisipasi terhadap peredaran teror bom.
Salah satunya dilakukan PT. Pos Indonesia Kantor Cabang Sukabumi (Kantor Pos) di Jalan Ahmad Yani Kota Sukabumi. Perusahaan negara yang bergerak dalam bidang jasa pengiriman barang dan surat serta keuangan itu sejak beberapa hari telah memberlakukan penggunaan metal detektor.

Marak, Kupon Berhadiah Palsu

SUKABUMI -- Penipuan berkedok kupon berhadiah dalam bungkus kemasan kopi dan sejumlah produk makanan kembali muncul. Kendati belum memakan korban, akan tetapi modus penipuan yang menawarkan berbagai hadiah menggiurkan seperti motor dan mobil tersebut telah meresahkan warga yang kebetulan mendapatkan kupon tersebut.
Seperti yang dialami Aceng (43), warga Desa Cibolangkaler Kecamatan Cisaat ini hampir saja tertipu oleh kupon berhadiah yang terdapat di salah satu produk sabun deterjen beberapa hari lalu. Di dalam bungkus sabun deterjen itu, Aceng dan istrinya sempat sumringah bukan kepalang ketika membaca secarik kertas dan kupon yang isinya menyebut jika pemegang kupon tersebut berhak mendapatkan mobil.

HIV/AIDS : Cikole Kecamatan Paling Terparah

Penyebaran HIV/AIDS Sampai 120 Penderita
CIKOLE -- Percepatan penyebaran virus HIV/AIDS di Kota Sukabumi bukan lagi hal yang tabu. Dalam tiga bulan terakhir sampai pertengahan Maret pengidapnya semakin bertambah. Data ini bukan sekadar rekayasa. "Akan tetapi berdasarkan temuan dari kami Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, "ungkap Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Kota Sikabumi, Rita Fitrianingsih, kemarin. 
Menurut Rita, data penderita HIV/AIDS di Kota Sukabumi setiap tahunnya mengalami peningkatan. Korban yang mengidap HIV dari Januari 2011 sampai Maret 2011 berjumlah dua orang. Dan yang terkena AIDS dari kurun waktu 3 bulan yakni Januari sampai Maret berjumlah 6 orang. Dari kurun waktu 3 bulan yang meninggal berjumlah 6 orang. Ditambahkan oleh Anggota Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), Zaenal mengatakan HIV/AIDS per kecamatan 2000 sampai 2010.

22 Maret 2011

Nasib Alumni SMKN 1 Cibadak Terkuak, Ditemukan di Miyagi Jepang

Sukabumi - Misteri tiga alumni SMKN 1 Cibadak yang kehilangan kontak saat kerja magang di Jepang akhirnya terjawab. Ketiganya ditemukan dalam kondisi selamat di Kota Miyagi yang sempat diterjang badai tsunami, Jum’at (11/3) lalu. Mereka lolos dari ancaman maut setelah melarikan diri ke daerah perbukitan.
Ketiga alumni yang hilang kontak hampir satu pekan lebih itu dialami Neng Silvi, Siti Selvia Harlena, dan Yuli Karlina. Keberadaan mereka ditemukan tim evakuasi di kawasan perbukitan di daerah Miyagi Jepang. Kabar itu diperoleh langsung pihak keluarga dari PT Japan Indonesia Economic Center (JIAEC).

Polreta Sukabumi Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Anggota TNI

SUKABUMI, (PRLM).- Rekontruksi pembunuhan anggota TNI, di JlN. Terusan Stasion Timur, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, kembali digelar, Selasa (22/3) . Dengan pengawalan ketat personel Markas Kepolisian Resort (Mapolres) Kota Sukabumi dan unsur TNI, Kopral Satu (Koptu) Asep Sudrajat (50) dianiaya tersangka JN (40) hingga tewas. Korban terungkap dibunuh pemuda sakit ingatan dengan menggunakan kayu berpaku hingga mengalami luka serius di sekitar kepala dan muka.
“Untuk memudahkan proses selanjutnya, kami telah menitipkan tersangka di Rumah Sakit Rehabilitasi Jiwa Paramarta Cibadak. Pasca pembunuhan, dia sempat menjalanI pengobatan jiwa di Cilendek, Bogor,” kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminalitas (Kasat Reskrim) Mapolreta Sukabumi Kota, Ajun Komisaris Polisi (AKP), Engkus Kuswaha kepada "PRLM", Selasa (22/3). (A-162/A-147)***

Taman Kota Palabuhanratu Hanya Jadi Pajangan

PALABUHANRATU, (PRLM).- Sejumlah masyarakat Palabuhanratu menilai taman kota Palabuhanratu di Kp. Tenjoresmi, Ds. Citepus, Kec. Palabuhanratu, selama ini terkesan hanya menjadi pajangan saja. Pasalnya, sudah tiga tahun lamanya taman kota dibangun, namun hingga kini secara resmi belum dibuka untuk umum atau belum bisa dinikmati oleh masyarakat. Selain itu juga, tahun ini taman kota belum dijadikan objek penilaian piala Adipura di Palabuhanratu.

21 Maret 2011

Ups.. 121 Balita Kota Sukabumi Mengalami Kegemukan

SUKABUMI - Sebanyak 121 bayi dan balita di Kota Sukabumi, Jawa Barat (Jabar), mengalami maal nutrisi atau kelebihan berat badan. Data Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Rabu (16/3), menyebutkan bayi dan balita kelebihan berat badan disebabkan beberapa faktor antara lain karena pola makanan.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kota Sukabumi, Rita Fitrianingsih, mengatakan masalah maal nutrisi atau obesitas disebabkan pola makan yang tidak sehat. "Makanan tersebut biasanya mengandung nutrisi kabrohidrat, lemak, protein dan zat lainnya berlebih yang terkandung pada makanan itu," kata Rita.
Ia menambahkan makanan cepat saji, jajanan warung, susu non ASI dan makanan berkadar gizi berlebih lainnya bisa menyebabkan berat badan bayi dan balita berlebih dari normalnya. "Makanan yang seperti itu bisa memacu pertumbuhan bayi dan balita yang tidak normal," tambahnya.

Dewan Desak Bangun Jembatan Timbang

CICURUG -- Kerusakan jalan nasional Kabupaten Sukabumi bagian utara, tepatnya di kawasan industri Cibadak, Parungkuda, Cicurug, ditenggarai akibat seringnya dilintasi kendaraan jenis kontainer atau truk, milik perusahaan industri garmen, elektronik, serta air mineral dengan tonase berlebihan. Selain tonase kendaraan industri, mobil pengakut pasir menyubang kerusakan jalan nasional.
Diperkirakan berat angkutan mencapai 40 ton. Dalam satu hari puluhan kendaraan dengan bobot tersebut melintas. Akibatnya jalan berlubang dan bergelombang. Kerusakan tersebut nampak terlihat di sebelah kiri jalan menuju arah Bogor sebab kendaraan terisi muatan berangkat dari Sukabumi menuju kawasan Jabodetabek.

Gempa 5,3 SR Getarkan Sukabumi

SUKABUMI - Sebagian warga Kota/Kabupaten Sukabumi panik dan sempat berhamburan ke luar rumah akibat guncangan gempa berkekuatan 5,3 skala richter (SR) yang terjadi sekitar pukul 08.20 WIB, Minggu (20/3). Informasi dari Badan Meterologi Klimatologi Geofisika (BMKG) menyebutkan, pusat gempa berada di 7.93 Lintang Selatan, 106.79 Bujut Timur atau 113 km barat daya Sukabumi, dengan kedalaman 10 km.
BMKG merilis jika gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Getaran itupun dirasakan warga Sukabumi, bahkan getarannya dapat dirasakan hingga Bogor, Tasikmalaya, Pangandaran dan Ciamis.

Program KTP Berasuransi Kesehatan Provinsi Jawa Barat

Warga Jabar Bisa Berobat dengan Biaya Sangat Murah

BANDUNG, (PRLM).- Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Kesehatan Pemprov. Jabar terus menggenjot kinerjanya dalam upaya merealisasikan program Kartu Tanda Penduduk (KTP) berasuransi kesehatan. Melalui KTP berasuransi yang rencananya diluncurkan tahun 2012, warga Jabar nantinya bisa berobat di puskesmas atau rumah sakit yang ditunjuk dengan biaya sangat murah.
Kepala Dinkes Jabar dr. Alma Lucyati menuturkan, Dinkes saat ini sedang berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri untuk mewujudkan KTP berasuransi tersebut. Satu hal yang dibahas ialah nominal premi yang mesti dibayar setiap masyarakat dan pemerintah. "Juga soal format KTP asuransinya ini. KTP ini mesti memiliki barcode khusus. Dan tentunya tidak bisa dipalsukan. Nah, apakah nanti mesti membuat KTP baru lagi atau bagaimana, itu yang tengah kami godok," ujarnya kepada wartawan, di Gedung Sate, Jln. Diponegoro Kota Bandung, pekan lalu.

20 Maret 2011

Posisi Kadisdik Kota Sukabumi Masih Menggantung

LEMBURSITU -- Posisi jabatan untuk Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Sukabumi masih kosong. Jabatan tersebut mengalami kekosongan selama lebih dari satu bulan, sejak ditinggalkan Sanusi Harjadireja yang kini kembali mengabdikan diri sebagai guru di salah satu SMP di Kota Sukabumi juga mengabdi sebagai dosen. Dan sementara sampai saat ini, jabatan tersebut sudah dua kali diisi Pelaksana Tugas (Plt). Sekarang, untuk Pelaksana Tugas (PlT) dijabat oleh Ika Sartika, menggantikan Ayep Supriyatna. Pergantian dilakukan pada 14 Maret 2011, sehubungan dengan keberangkatan Ayep untuk umroh."
Saya menggantikan Ayep, sesuai Surat Perintah Walikota Sukabumi tertanggal 14 Maret sampai dengan terpilihnya pejabat definitif Kepala Dinas Pendidikan Kota Sukabumi," tandasnya kepada Radar Sukabumi saat ditemui di ruang kerjanya, siang kemarin (18/3). Dijelaskan Ika, sepulang dari umroh Ayep akan menjabat sebagai Sekretaris Disdik. "Setelah sepuluh hari di sana, sekembalinya ke Kota Sukabumi, dirinya akan menjabat kembali sebagai Sekretaris. Posisi tersebut sebagaimana dijabatnya sebelum menjadi PlT," jelasnya. 
Ika Sartika sebelumnya juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) Kota Sukabumi. Kini dua jabatan disandangnya sekaligus. "Ya, saya sekarang rangkap jabatan. Ini kan sah-sah saja, selama bisa membagi waktu dan mempola manajemen," ujarnya. Diakui oleh Ika, dirinya memiliki keterbatasan wewenang dalam menjalankan kebijakan di Disdik Kota Sukabumi. "Saya kan nggak bisa meng-SK-kan. Namun dalam hal tanggung jawab dan fungsi pokok, tak jauh berbeda dengan Kadisdik," katanya. Ditanya mengenai keinginannya untuk menjabat sebagai Kadisdik, dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada tim Baperjakat (Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan) dan Walikota Sukabumi. "Itu kan harus mempertimbangkan pengalaman dan prestasi kerja. Ya, saya serahkan saja kepada pak Wali," pungkasnya. (rp2)

Perlu Perawatan Serius Skate Park Lapang Merdeka

CIKOLE -- Kota Sukabumi tidak hanya dikenal dengan moci (makanan) nya saja. Kota ini ternyata dikenal pula dengan berbagai kreatifitas dari para muda-mudinya. Salah satunya adalah Skateboard. Berangkat dari hobi, kini pegiat skateboard di Kota Sukabumi mulai tumbuh. Diantaranya dengan telah terbentuknya tim dengan nama Merdeka Skateboarding Team (MST) yang diketuai oleh Efriyandi (Gonyen,nama akrab). Kini Merdeka Skateboarding Team memiliki 136 orang skateboarder. "Adapun yang rutin melakukan latihan rata-rata 15 orang, secara bergantian di Lapangan Merdeka Skate Park ini," tutur salah seorang skateboarder, Yogi Hadisaputra, kepada Radar Sukabumi, sore kemarin.

PNPM Kelurahan Cibadak Gelar Khitanan Massal

CIBADAK -- Sebanyak 47 anak dikhitan massal di Sekretariat Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Kelurahan Cibadak, kemarin. Acara sosial itu dilaksanakan Unit pengelola Sosial BKM Peduli, dari PNPM Kelurahan Cibadak.
Target khitan massal ini 100 anak, dilakukan secara gratis. Peserta khitanan berasal dari Kecamtan Cibadak serta Kecamtan Nagrak. Dipusatkan pelaksanaan acara ini di Kantor PNPM, Kampung Pintu Keluarahan/Kecamtan Cibadak. Setiap anak yang usai dikhitan mendapatkan pakaian muslim dan Iqro serta uang sebesar Rp50 ribu.

18 Maret 2011

Kasat Lantas Polres Sukabumi Kota Merasa "Ditampar"

CIKOLE -- Kasat Lantas Polres Sukabumi Kota, AKP Asep Saepudin mengakatan dirinya merasa "ditampar" gara-gara insiden yang terjadi pada Minggu sekitar pukul 03.00 WIB yang mengakibatkan empat korban harus dilarikan ke RSUD R Syamsudin akibat luka sabetan samurai hasil bentrokan empat geng motor. Kekecewaan itu disampaikan kepada empat pengurus geng motor yang mengatasnamakan Moonraker, Brigez, XTC dan GBR saat mereka mendatangi Kantor Kasat Lantas Polres Sukabumi Kota, kemarin.

Ahmadiyah Kota Sukabumi Tolak Tobat

SUKABUMI -- Jemaah Ahmadiyah di Kota Sukabumi bersikukuh pada keyakinannya. Mereka menolak tobat bersama seperti para Jemaah Ahmadiyah di Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi. "Kami kan Islam, tobat itu urusan pribadi muslim pada Allah. Kami nggak mengerti tobat seperti apa yang dimaksudkan itu," ujar Pimpinan Dewan Keluarga Mesjid (DKM) Jemaah Ahmadiyah Kota sukabumi, Dili kepada Radar Sukabumi kemarin (17/03).

Dua Kali Kebakaran, Warga Ciaul Gempar

CIKOLE -- Warga Ciaul Pasir digegerkan dengan insiden dua kebakaran, kemarin. Kebakaran itu awalnya terjadi pada bengkel milik Sandi (50). Suzuki Baleno bernopol F 1804 UC Milik Aldi nyaris hangus dilahap si jago merah, kemarin.
Meski tidak mengakibatkan korban jiwa. Namun montir bengkel tersebut, Ahmad (30) mengalami luka bakar pada tangan kirinya dan lecet pada hidungnya akibat terbakar. Dan diduga kerugian mencapai puluhan juta, karena kap mobil mewah itu rusak parah, televisi rusak, dan atap bengkel itu bolong akibat si jago merah.

PNS Dishub Bantu Curi Motor

SUKABUMI -- Menjadi pengawai negeri sipil (PNS), tak membuat SS (32) tenang dan nyaman dalam bekerja. Pria yang sehari bertugas di Dinas Perhubungan Kota Sukabumi ini nekat ikut membantu pencurian motor. Kemarin, Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Sukabumi Kota membekuknya bersama rekannya DH, warga Sela Eurih, Kel Dayeuhluhur, Kec Warudoyong, Kota Sukabumi.

17 Maret 2011

Kab. Sukabumi Terbitkan Kepbup tentang Larangan Ahmadiyyah

SUKABUMI, (PRLM).- Setelah beberapa daerah kabupaten/kota di Jawa Barat mengeluarkan kebijakannya untuk melarang kegiatan Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI), kini giliran Kab. Sukabumi mengeluarkan kebijakan yang sama. Pelarangan kegiatan JAI di Kab. Sukabumi itu, dituangkan dan ditetapkan dalam Keputusan Bupati (Kepbup) No. 300/Kep.156-Kesbangpol dan Linmas/2011, tertanggal 15 Maret 2011 yang ditandatangani Bupati Sukabumi, H. Sukmawijaya, M.M.,. Kepbup tersebut, sebagai kepanjangan SKB Tiga Menteri No. 3 Tahun 2008 dan Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Barat No. 12 tahun 2011 tentang Larangan Kegiatan JAI di Jawa Barat.

14 Maret 2011

Pelajar Sukabumi Selamat

Sukabumi - Rasa syukur disampaikan Kepala SMKN 1 Sukabumi, Wahyuto menyusul para alumninya yang magang kerja di Jepang tidak terkena bencana tsunami. Soalnya ada sekitar 200 lulusan SMKN 1 Sukabumi yang masih berada di Negari Sakura itu. Mereka bisa bekerja di Jepang berkat kerjasama pihak sekolah dengan Japan Indonesia Economy Centre (JIAEC) yang berada di Jakarta.

Ahmadiyah Sukabumi Tolak MUI

Sukabumi – Jemaah Ahmadiyah di Kecamatan Warungkiara keberatan menerima kunjungan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi. Bahkan Ahmadiyah menolak kehadiran MUI untuk menjadi imam shalat di lingkungannya. Pesan penolakan Jamaah Ahmadiyah terungkap dalam rapat koordinasi unsur Muspida di Gedung Pendopo Kabupaten Sukabumi, Jum’at (11/3) kemarin.
Assisten Bidang Pemerintahan Setda Kabupaten Sukabumi yang juga pimpinan rapat koordinasi, Sofyan Effendi mengakui adanya penolakan Jamaah Ahmadiyah terhadap MUI. Namun penolakan Jamaah Ahmadiyah itu tidak perlu disikapi secara emosinal. Justru Pemerintah Daerah akan mencari solusi terbaik untuk memberikan pembinaan terhadap Jamaah Ahmadiyah.

Jalan Tembus Ditolak, Warga Sriwedari Kesal

GUNUNGPUYUH -- Sejumlah warga RW 11 Kelurahan Sriwedari Kecamatan Gunungpuyuh kontan dibuat marah, siang kemarin (13/3). Pasalnya, rencana pengadaan jalan tembus yang disepakati mayoritas warga ditolak oleh 4 orang Kepala Keluarga (KK) RW 05 yang diduga pro pembangunan Lapangan Futsal Jalan Veteran. Jalan tembus tersebut menurut Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) nantinya akan menghubungkan Jalan Veteran menuju Komplek secapa POLRI.Keempat orang tersebut adalah Ferry, Khoe Moy, Natanael dan Teddy Susilo. Penolakan dilampirkan di atas surat tertanggal 7 Maret 2011 yang dibuat oleh Pengusaha Pembangunan Futsal, Ovian Ismana, dan ditujukan kepada warga RW 05, RW 10 dan RW 11 Kelurahan Sriwedari.Mereka keberatan atas pembebasan tanahnya, pada pelebaran jalan nanti.

Geng Motor Sukabumi Bentrok

SUKABUMI -- Dua kelompok geng motor bentrok di Jalan Didi Sukardi Pasir Dongke di Jalan Kelurahan Gedongpanjang, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, kemarin (13/3) sekitar pukul 03.00 WIB. Bentrokan antar dua geng motor tersebut pecah, setelah petugas kepolisian dan TNI patroli bersama yang diakhiri sekitar pukul 01.00 WIB. Betrokan dua kubu tersebut mengakibatkan tiga pelajar Kota Sukabumi dan satu warga mengalami luka serius. Keempatnya yakni, Andre Yanuar (12), pelajar kelas 5 SDN Lembursitu, warga Tegallaya, Lembursitu, yang juga putra anggota polisi yang bertugas di Polda Jabar, Bambang Fredi Ernawan (17), pelajar kelas III SMAN 4 Kota Sukabumi, warga Perum Taman Asri, Deri Indriana (18) pelajar Kelas III SMK Pajajaran Kota Sukabumi, warga Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, dan Dadan (18), pengangguran, warga Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi.

12 Maret 2011

Kejari Usut Dua Kasus Korupsi di Kota Sukabumi

Sukabumi -- Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukabumi semakin mantap mengusut dua kasus tindak pidana korupsi yang terjadi di Kota Sukabumi. Prioritas pengusutan mengarah ke kasus dugaan korupsi Proyek Pembebasan Lahan Jalan Lingkar Selatan dan Proyek Penataan Lingkungan Gedung DPRD Kota Sukabumi jilid kedua. Kedua kasus ini menjadi bidikan Kejari dalam penanganan perkara korupsi tahun 2011.

Korupsi Dana Gempa Undrus Binangun, 50 Saksi Diperiksa

Sukabumi - Sedikitnya 50 saksi telah diperiksa polisi terkait kasus dugaan korupsi penyaluran dana gempa bumi alias duit gempa (dugem) di Desa Undrusbinangun Kecamatan Kadudampit Kabupaten Sukabumi. Rencananya polisi akan kembali memeriksa sejumlah saksi dari lingkungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Proses penggalian data akan dilakukan juga dengan memanggil saski dari lembaga penyaliran dana gempa tingkat Provinsi Jawa Barat.

Pernyataan Forum Kota Sehat Sukabumi Bikin Berang Pejabat

Sukabumi - Sejumlah pejabat Pemda Kota Sukabumi sempat berang mendengar pernyataan Ketua Forum Sukabumi Sehat (FKSS), Sutisna. Pasalnya, FKSS menyatakan tidak siap menyertakan Kota Sukabumi dalam kegiatan lomba sehat tingkat nasional tahun 2011. Padahal Kota Sukabumi sempat meraih penghargaan dalam lomba ini.
”Kota Sukabumi belum siap dan meminta pembinaan terlebih dulu. Sebelum mengikuti lomba ini, kami akan berupaya merancang rencana aksi untuk mempersiapkan diri dalam meraih penghargaan Kota Sehat,” kata Sutisna saat menerima rombongan Tim Penilai dan Pembina Kota Sehat Pemprov Jabar di Balaikota Sukabumi, Selasa (1/3) kemarin.

Wanita Dikeroyok Massa Karena Dituduk mau Menculik Bayi

Sukabumi - Gara-gara dituduh menculik, seorang perempuan muda dihajar warga hingga mukanya bonyok. Pelaku ketangkap basah saat membawa bocah berusia 1,5 tahun asal Kampung Cijambe RT 01/07 Desa Bantargadung Kecamatan Bantargadung Kabupaten Sukabumi, Kamis (10/3) kemarin. Untuk menghindari amukan massa, pelaku diamankan petugas ke Mapolsek Warungkiara.
Perempuan yang belum diketahui identitasnya itu ditangkap warga sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu pelaku berusaha melarikan diri sambil menggendong Nuraeni yang sedang bermain di halaman rumahnya. Pelaku sempat dikejar sejumlah warga hingga sejauh 40 meter.

Kajari Cibadak Janji Usut Tuntas Korupsi RSUD Sekarwangi

CIBADAK -- Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibadak berjanji mengusut tuntas dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes) dan obat-obatan di RSUD Sekarwangi Cibadak. Apalagi nilai kerugian negara pada penggadaan alkes sebesar Rp400 juta dari nilai proyek Rp2,5 miliar pada APBD 2009 itu. Kemarin, Kejari Cibadak, Marihot Silalahi mengatakan pihaknya sudah melakukan penyidikan dan saat ini tinggal penajam. Dirinya sudah mengantongi calon tersangka, namun dirinya masih merahasiakannya apakah dari pengusaha atau pejabat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi. 

Sukabumi Siapkan SKB untuk Ahmadiyah

SUKABUMI, (PRLM).- Pemkab dan Pemkot Sukabumi sedang menyiapkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Bupati dan Wali Kota Sukabumi sebagai tindak lanjut SKB 3 menteri dan Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 12 Tahun 2011 tentang Larangan Jamaah Ahmadiyah Indonesia di Jawa Barat.
Meski berisi larangan beraktivitas bagi Ahmadiyah, pemerintah berjanji tetap memberikan perlindungan kepada semua warga, termasuk pengikut Ahmadiyah.

9 Maret 2011

Ketua Koppas Cicurug Dipolisikan

Cicurug -- Lembaga Swadaya Masyakat (LSM) Cicurug melaporkan Ketua Koperasi Pasar (Koppas) AJ (45) ke Polsek Cicurug, akhir pekan lalu. Laporan tersebut ditujukan LSM dengan dugaan AJ melakukan pencemaran nama baik dan AJ melibatkan LSM Cicurug dalam proyek penghapusan aset pasar Cicurug senilai Rp 200 juta.

Ahmadiyah Resmi Dilarang di Jawa Barat

Radar Sukabumi -- Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan bersikap tegas terhadap jemaah Ahmadiyah di Jabar. Kini, jemaah Ahmadiyah dilarang tegas melakukan segala aktivitasnya di wilayah Jabar. Pelarangan itu tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Jabar tentang Larangan Kegiatan Jemaah Ahmadiyah di Jabar yang disahkan, kemarin (3/3).

25 Februari 2011

155 Orang terlantar, Pemkab Sukabumi Merasa Kecolongan

Radar Sukabumi -- Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi, Iwan Ridwan mengaku kecolongan atas terlantarnya 155 buruh asal Kabupaten Sukabumi di Pantai Pasir Padi, Kota Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung (Babel) , yang kabarnya akan dipekerjakan di pengeboran timah di daerah Pangkal Pinang.

Polisi Kantongi Delapan Nama Kasus Tawuran Maut di Cicurug

Radar Sukabumi -- Kasus tewasnya siswa SMK Kartika Candra (KC) Kota Sukabumi, Ade Sugiana (16) dalam insiden tawuran di Cicurug Kabupaten Sukabumi 5 Februari belum diungkap polisi. Hingga kini, polisi belum menangkap satu pun pelaku yang menyebabkan Ade meregang nyawa.
Meski demikian, Kapolres Sukabumi AKBP Bagus Srigustian mengklaim pihaknya sudah mengantongi delapan nama yang diduga kuat terlibat dalam tawuran berujung maut itu. Sayangnya, Bagus enggan membeberkan identitas ke delapan pelajar itu, termasuk sekolahnya. "Kedelapan pelajar ini masih dalam pencarian, tapi identitasnya sudah kami ketahui," ujar Bagus, kemarin.

Selamat Jalan Anis Djatisunda...

Radar Sukabumi -- Budayawan Jawa Barat, Anis Djatisunda tutup usia di Rumah Sakit Secapa Polri Kota Sukabumi, kemarin. Anis wafat pukul 12.00 WIB setelah mendapatkan perawatan selama satu pekan karena memiliki penyakit jantung yang dideritanya. Kendati demikian, atas meninggalnya pria kelahiran Sangir, Talaut, Sulawesi Utara 07 Mei 1939 dengan nama Johanis Tarius Bin Darius Damar itu bukan hanya kalangan keluarga yang merasa terpukul dan kehilangan. Sejumlah seniman dan Pejabat Kota Sukabumi juga terlihat terpukul saat menghadiri. Terlihat saat menyalatkan jenazah di rumah duka Gang Kaum IV No 88 RT 01/02 Kel Gunungparang, Kec Cikole dan dipemakaman Taman Rohmat Kecamatan Citamiang Wakil Walikota Sukabumi, Mulyono didampingi Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Sukabumi, Plt Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Sukabumi, Ayep Supriatna, bahkan murid terdekatnya Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sukabumi Kota, Briptu Rusli Bahtiar dan Usep Sutendi turut mengikuti proses hingga pemakaman.

Karyawan Cosmo Ngaku Ditipu Pimpinan

Radar Sukabumi -- Ratusan karyawan PT Cosmo Tecnology yang beralamat di Jalan Karangtengah, Cibadak berunjukrasa, kemarin. Mereka menuntut penetapan Upah Minimum Kabupaten (UMK) sebesar Rp 850 ribu dilaksanakan manajemen pabrik. Selain itu, buruh pabrik juga mendesak perubahan manajemen perusahaan yang kurang adil dalam memberikan kebijakan kepada karyawan.
Aksi yang dilakukan di depan gerbang pabrik elektronik ini berlangsung sejak pukul 07.00 WIB. Unjuk rasa dilakukan dengan menolak masuk pabrik atau mogok kerja. Aksi ini juga diwarnai penyetopan sebuah mobil trailer yang akan masuk ke pabrik. Unjuk rasa ini berdampak pada terhentinya proses produksi pabrik.

Polisi Pastikan Pistol DNS Palsu

Radar Sukabumi --Dua kasus terkait senjata api yang terjadi dalam sepekan terakhir mendapat perhatian serius dari aparat kepolisian. Kasus pertama adalah penembakan misterius di Cidolog dan oknum DNS yang meresahkan warga karena ditenggarai kerap membawa pistol.
Kapolres Sukabumi, AKBP Bagus Srigustian yang dikonfirmasi mengenai dua kasus ini kemarin menjelaskan untuk kasus penembakan misterius masih dalam penyelidikan. Ia mengaku pihaknya belum dapat mengungkap pelaku penembakan misterius terhadap Sukendar (33) itu. Sebab prosesnya masih dalam pengembangan, menunggu korban pulih supaya dapat kejelasan kronologis. "Kami juga masih menunggu hasil dari Uji Balistik Pusdiklabfor yang meneliti proyektil yang bersarang di punggung korban," jelas Bagus.

24 Februari 2011

Oknum Pungli Prona Bisa Dipidanakan

Radar Sukabumi -- Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Sukabumi James F. Tirayoh, menghimbau kepada seluruh masyarakat yang menjadi peserta Program Tatalaksana Pertanahan (Prona) 2011, agar tidak terbujuk oleh rayuan para oknum (calo) yang meminta biaya untuk pembuatan sertifikat tanah Prona. “Pembuatan sertifikat Prona sepenuhnya dibiayai oleh negara, terkecuali untuk pembelian materai yang dibebankan kepada masyarakat,” kata James saat ditemui Radar Sukabumi di ruang kerjanya.

155 Warga Sukabumi Telantar di Pangkal Pinang, Babel

Radar Sukabumi -- Sedikitnya 70 dari 155 pencari pekerja asal Kabupaten Sukabumi telantar di Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung. Hingga kemarin, mereka hidup dibawah tenda biru di sebuah lahan milik warga asal Pasir Padi Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung. Kabarnya mereka ini dipekerjakan sebagai buruh pengeboran timah di berbagai daerah negeri serumpun sebalai.

Saking Dingin Sukabumi, Bulukuduk Komeng Merinding

Radar Sukabumi --Siang kemarin sebagian warga memadati Alun-alun Kota Sukabumi. Ini bukan karena ada peristiwa kriminalitas atau bencana yang menghebohkan. Kejadiannya juga menghebohkan juga sih. Tapi hebohnya mengundang gelak tawa. Karena, warga berbondong-bondong ingin menyaksikan artis pelawak Indonesia Adul dan Komeng.

Rumah Naga Parungkuda Diprotes Warga

Radar Sukabumi -Sebuah rumah berornamen patung Naga dan Garuda raksasa di RT 17/04 Kampung/Desa Kompa Kecamatan Parungkuda, diprotes warga. Alasannya warga menilai oranamen patung dan garuda serta desain rumah bernuansa oriental tersebut bukan hanya digunakan untuk tempat tinggal, tapi juga untuk praktik ibadah lainnya. Bentuk protes warga dilakukan dengan mendatangi rumah tersebut, Selasa (22/2) lalu dan mendesak agar rumah tersebut dibongkar.

Polsek Palabuhanratu Tangkap Pengedar Upal

SUKABUMI, (PRLM).- Ratusan lembar uang palsu (upal) rupiah, dolar Singapura dan uang Brazil (UB) berhasil diamankan petugas Polsek Palabuhanratu. Upal sebanyak itu disita dari tangan tersangka, Rizal Lusibahi (31) warga Kp. Cihuni RT 03/RW 01, Ds. Pagelaran, Kec. Malingping, Kab. Lebak, Provinsi Banten di kafe "Pesona" di Pantai Citepus Istiqomah, Ds. Citepus, Kec. Palabuhanratu, Rabu (23/2) dini hari. Selain upal, petugas pun menyita barang bukti dua unit handphone milik tersangka.

22 Februari 2011

10 Jalur Dilalui Liong-Barongsai Tahun 2011 di Kota Sukabumi

Radar Sukabumi --Kasat Lantas Polres Sukabumi Kota, AKP Asep Saepudin menjelaskan, ada 10 ruas jalan di Kota Sukabumi yang akan ditutup sebagai jalan untuk melintas liong dan barongsai pada perayaan Cap Go Meh (23/2) besok. Ruas jalan yang akan dilalui adalah Jalan Pajagalan ke Palabuhan II, di Jalan Pelabuhan II masuk ke Bank Supra dan kembali ke Jalan Pelabuhan II. "Dari Pelabuhan II melaju ke Ahmad Yani, Zaenal Zakse, RE Martadinata ke Ciwangi masuk ke Jalan A Yani mengarah kembali ke Nyomplong melintasi Pasundan dan finish di Jalan Pajagalan. Di mana liong dan barongsai itu star (di Kelenteng Pajagalan atau Vihara Widhi Sakti),"katanya kepada Radar Sukabumi, kemarin.

Walikota Peringatkan Ahmadiyah Sukabumi

Radar Sukabumi -- Kejadian penyerangan terhadap jamaah Ahmadiyah di Kampung Peundeuy, Desa Umbulan, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Banten beberapa waktu lalu mendapat tanggapan Walikota Sukabumi, HM Muslikh Abdussyukur. Orang nomor satu di Kota Sukabumi tersebut bahkan menghimbau kepada pengikut Ahmadiyah, agar kembali kepada agama dan ajaran yang benar. Saat ditanya terkait apa tindakan Pemerintah Kota Sukabumi dengan adanya ajaran Ahmadiyah, menurut Muslikh pihaknya hanya mengikuti kewenangan dari pemerintah pusat. Dengan alasan yang berhak memutuskan perlu dibubarkannya Ahmadiyah, tergantung pemerintah pusat dan bukan daerah.

MUI Sukabumi Desak Ahmadiyah Dibubarkan

Radar Sukabumi --Majelis Ulama Kota dan Kabupaten Sukabumi menilai keberadaan kelompok Ahmadiyah memang harus dihapus di Indonesia, termasuk di Sukabumi. Alasannya tidak lain karena kelompok ini disebut beraliran sesat. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi, KH Dedi Ismatullah mendesak pemerintah agar segera membubarkan Ahmadiyah yang sudah dianggap menyimpang dari pokok-pokok ajaran agama Islam. Ungkapan ini disampaikan Dedi selepas rapat koordinsi dengan Wakil Walikota Sukabumi Mulyono yang didampingi Asda II Dede Solehudin dan jajarannya, Kapolres Sukabumi Kota AKBP Anwar yang didampingi Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota, AKP Engkus Kuswaha, Kepala Bidang Tata Usaha (TU) Kementrian Agama Karimudin, Ketua Forum Komunitas Umat Beragama (FKUB), Ade Munhiyar dan Kepala Kesbangpol dan Linmas, Hardi harpan di Pusat kajian Islam (Puski) Kota Sukabumi, kemarin.

Kreatifitas Siswa Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Radar Sukabumi -- Walikota Sukabumi, Muslikh Abdussyukur membuka pelaksanaan Gala Aksi dan Prestasi (Galaksi) ke-6 SMAN 4 Kota Sukabumi, pada Rabu (16/2). Dalam sambutannya Walikota Sukabumi mengatakan kegiatan Galaksi tersebut untuk meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat, juga sesuai dengan visi dan misi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi tahun 2008-2013, yakni Dengan Iman dan Taqwa Mewujudkan Pemerintahan yang Amanah Berparadigma Surgawi, Menuju Kota Sukabumi yang Cerdas, Sehat dan Sejahtera.

Sriwedari Juara Kadarkum Tingkat Kota Sukabumi

Radar Sukabumi -- Untuk menghindari salah tafsir dan mis komunikasi atau salah informasi yang berujung pada kejadian protes dan demonstrasi, huru -hara, atau sikap anarkis lainnya, Pemerintah Kota Sukabumi melalui Bagian Hukum Kota Sukabumi membentuk masyarakat sebagai kader yang sadar akan hukum dan perundang-undangan. Pembentukan masyarakat yang sadar hukum dibuktikan dengan digelarnya Lomba Keluarga Sadar akan Hukum (Kadarkum) tingkat kecamatan yang berlangsung di Halaman Kecamatan Gunung Puyuh Kota Sukabumi, beberapa waktu lalu. 

Slalom Ajang Bergengsi Pecinta Otomotif

Radar Sukabumi--Berbagai tipe mobil yang dikemudikan para pecinta otomotif mengikuti ajang Relly Wisata dan Slalom Race yang dibuka Walikota Sukabumi, Muslikh Abdussyukur di Jalur Lingkar Selatan, Baros, kemarin. Selain kontes dan lomba Slalom Race, perhelatan ini juga jadi ajang bagi pecinta otomotif untuk bertemu dan berunjuk gigi.
“Kegiatan kali ini diikuti 150 peserta Relly Wisata dan 52 peserta untuk Slalom Race," ujar Ketua Panitia Simpel yang mengadakan Evant, Eka Diantara kepada Radar Sukabumi, kemarin.

Ngabungbang di Sukawayana Palabuhanratu

Radar Sukabumi --Upacara adat ngabungbang di Palabuhanratu masih menjadi magnet luar biasa dari warga luar kota Sukabumi. Terbukti upacara yang difasilitasi Inna Samudera Beach Hotel (SBH) Palabuhanratu ini tetap dipadati ratusan peserta dari Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, Bekasi (Jabodetabek), Subang, Indramayu, Cirebon hingga Jogyakarta. Para peserta ini jauh-jauh datang ke Sukabumi hanya ingin membersihkan dan menyatukan cipta, rasa dan karsa untuk menghindarkan segala perilaku tidak baik, lahir maupun batin.

16 Februari 2011

Gurdacil di Kec. Cikakak Tanyakan Tunjangan

SUKABUMI, (PRLM).- Sejumlah guru di daerah terpencil atau biasa disebut gurdacil di Kec. Cikakak, mempertanyakan kepada pemerintah pusat alasan tidak mendapatkan uang tunjangan gurdacil dari APBN tahun lalu. Padahal, tahun-tahun sebelumnya yakni sejak 2007 hingga 2009, mereka sempat memperolehnya. Sementara untuk tahun ini, belum ada pengalokasian dari pemerintah pusat.

15 Februari 2011

Puluhan KK Korban Bencana Tanah Longsor di Gegerbitung Resah

SUKABUMI, (PRLM).- Sebanyak tujuh puluh dua Kepala keluarga (KK) di dua kampung Desa Sukamanah, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi diperintahkan segera meninggalkan tempat penampungan sementara (tampungsem) bencana tanah longsor.
Ultimatum pemilik lahan penampungan itu, memicu keresahan warga di Kampung Baru dan Kampung Warung Tepus. Karena sampai saat ini, mereka sama sekali tidak memiliki tanah pascabencana tanah longsor yang menerjang kawasan pemukiman warga Kampung Cipari beberapa waktu lalu.
“Mereka diperintahkan pemilik lahan tempat penampungan sementara untuk segera pindah. Bahkan belum lama ini rumah salah seorang korban bencana tanah longsor Cipari telah dibongkar paksa pemilik lahan. Pemilik lahan telah memerintahkan agar seluruh warga meninggalkan lahannya,” kata Ketua Panitian Relokasi Bencana Tanah Longsor Desa Sukamanah, Aef kepada "PRLM", Selasa (15/2). (A-162/A-147)***

DAK Disdik Kacau Balau, Oknum "Pentolan" Parpol Jadi Biang Kerok

Radar Sukabumi - Penyaluran dana alokasi khusus (DAK) buku di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi tahun 2010 kacau balau. Itu ketika sampai saat ini, penyaluran buku ke SD penerima program itu tak kunjung direalisasikan.

Jalan Sukaraja-Gegerbitung Rusak Berat

SUKABUMI, (PRLM).- Warga di sepanjang lintasan yang menghubungi Kecamatan Sukaraja, Cirenghas dan Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi mengeluhkan buruknya kondisi jalan disana. Hampir sebagian besar badan jalan di kawasan itu, rusak berat.

FKSD Kab. Sukabumi Berikan Pelatihan Dasar SAR pada Pelajar

SUKABUMI, (PRLM).- Forum Koordinasi SAR Daerah (FKSD) Kab. Sukabumi akan memberikan pendidikan dan pelatihan dasar kepada para pelajar SMP dan SMA se-Kab. Sukabumi tentang upaya search and rescue (pencarian dan penyelamatan) dalam musibah bencana alam. Kegiatan pendidikan dan pelatihan dasar tersebut akan dilaksanakan pertengahan Maret nanti, bekerjasama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kab. Sukabumi serta instansi terkait lainnya.

Barongsai Turun, Warga Padati Yogya Dept Store

Jurnal Sukabumi - Kerinduan masyarakat Kota Sukabumi untuk melihat atraksi Barongsai akhirnya terobati. Itu terjadi setelah Yogya Departemen Store mengundang kelompok seni liong dan barongsai dari Tiong Gie Say Cileungsi Bogor. Suguhan atraksi digelar di lahan parkir lantai dua Toserba Yogya, Jalan RE. Martadinata Kota Sukabumi, Minggu (13/2) kemarin.

LPK Salon Citrasari Sukabumi Hangus Terbakar

Jurnal Sukabumi - Perisitwa kebakaran menimpa rumah milik H. Hidayat (63) di Jalan Aminta Azmali No. 100/13 Kampung Skip RT 05 RW 09 Kelurahan Sriwedari Kecamatan Gunung Puyuh Kota Sukabumi, Senin (14/2) kemarin. Si Jago merah melahap bangunan tempat tinggal yang kerap dijadikan juga sebagai salon kecantikan dan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) ”Citra Sari”. Akibat kejadian ini, pemilik rumah mengalami kerugian hingga mencapai sekitar Rp 100 juta.

9 Februari 2011

80 Persen TKI Sukabumi Tidak Terdata

SUKABUMI, (PRLM).- Sebanyak 80 persen Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Sukabumi tidak terdata. Pemerintah kesulitan melacak keberadaan mereka sehingga sulit melakukan upaya-upaya penyelamatan untuk mereka. Termasuk upaya pemulangan tenaga kerja yang saat ini bekerja di Mesir.
Menurut data kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, jumlah TKI asal Sukabumi mencapai 55.207 orang. "Sementara yang tercatat di kami hanya sekitar 12.000 orang. Artinya, sekitar 80 persennya tidak terdata," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kab. Sukabumi Iwan Ridwan ditemui di kantornya Jln. Pelabuhan II Kab. Sukabumi, Selasa (8/2).

Meski Aman, Jamaah Ahmadiyah Sukabumi Tetap Khawatir

SUKABUMI, (PRLM).- Kota Sukabumi tetap kondusif pasca-insiden Cikeusik yang menimpa jamaah Ahmadiyah. Meski demikian, insiden tersebut tetap menimbulkan kekhawatiran bagi jamaah Ahmadiyah di Kota Sukabumi. Namun mereka tetap melaksanakan kegiatannya sehari-hari seperti biasa.
“Secara langsung tidak ada dampak. Suasana di sini kondusif, kerjasama dengan kepolisian juga baik. Secara tidak langsung, kami jadi khawatir dan was-was. Apalagi dengan pemberitaan media yang terus-menerus, bagaimana nanti orang melihat kami dan anak-anak kami,” kata mubalig Ahmadiyah untuk wilayah Sukabumi dan Cianjur Deli Sadeli Fathol Ahmad ditemui di Masjid Bilal Jln. Sriwedari Kel. Sriwedari, Kec. Gunung Puyuh Kota Sukabumi, Selasa (8/2).

Kab. Sukabumi Pertanyakan Status Daerah Tertinggal

SUKABUMI, (PRLM).- DPRD Kab. Sukabumi akan melakukan rapat dengar pendapat (hearing) dengan kantor Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT) dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk mempertanyakan status Kab. Sukabumi yang hingga kini masih termasuk ke dalam daftar daerah tertinggal di Jawa Barat. Pasalnya, sampai sekarang kriteria penilaian yang dibuat oleh pemerintah pusat dinilai belum jelas.
“Terus terang, saya juga masih bingung barometer dan kriteria penilaian sehingga Kab. Sukabumi masih termasuk ke dalam daftar daerah tertinggal ini apa? Sebab yang saya tahu, pembangunan di Kab. Sukabumi ini cukup bagus, bahkan menunjukan peningkatan yang signifikan. Supaya lebih jelas lagi, kami dalam waktu dekat ini akan minta hearing dengan KPDT termasuk Bappenas,” kata Ketua DPRD Kab.Sukabumi, Badri Suhendi, S.IP., ketika ditemui di Palabuhanratu, Selasa (8/2).

Petani Diimbau untuk Menunda Penjualan Gabah

SUKABUMI, (PRLM).- Untuk mengantisipasi melemahnya harga gabah, Dinas Pertanian Kota Sukabumi telah mengimbau agar para petani tidak serta merta menjual hasil produksinya. Para petani diharapkan untuk mengeringkan padi terlebih dahulu hingga hasilnya lebih baik.
Langkah tersebut dilakukan selain untuk menunggu hingga harga kembali stabil sehingga tidak merugikan para petani. “Mudah-mudahan dengan menahan hasil produksinya sebelum dijual harga gabah dapat lebih baik. Saat ini, harga gabah di sejumlah petani relatif stabil hingga mencapai Rp 2.900/kg. Mudah-mudahan hingga panen mendatang harga gabah stabil,” kata Kepala Dinas Pertanian Kota Sukabumi, Kardina Karsoedi kepada "PRLM", Rabu (9/2). (A-162/kur)***

Anomali Cuaca Ekstrem Turunkan Kualitas Padi

SUKABUMI, (PRLM).- Petani di Kota dan Kabupaten Sukabumi mengeluhkan kualitas hasil tanamannya. Hampir sebagian besar hasil tanamannya diperoleh tidak optimal. Selain serangan hama yang merusak hampir sebagian besar tanamannya, juga anomali cuaca ekstrem sangat mempengaruhi hasil jerih payahnya.

8 Februari 2011

Polisi Perketat Pengamanan di Kota Sukabumi

SUKABUMI, (PRLM).-K epolisian Resort (Polres) Sukabumi Kota tidak hanya mengamankan mesjid Ahmadiyah di Kelurahan Sriwedari, Kecamatan Gunung Puyuh Kota Sukabumi saja. Namun pengamanan telah dilakukan dibeberapa rumah warga jamaah Ahmadiyah di Kampung Panjalu, Desa Warnasari, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi.
“Pengamanan lebih ditingkatkan pasca kerusuhan di Pandeglang, Banten beberapa waktu lalu. Kami telah menempatkan personil didua titik berbeda untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan pasca kerusuhan disana,” kata Wakil Kepala Kepolisian Resort (Polres) Sukabumi Kota, Komisaris Polisi (Kompol) Adiwijaya kepada "PRLM", Selasa (8/2). (A-162/kur)***

Pertahankan Seni Sunda di Sukabumi

Radar Sukabumi -- Seni Sunda gamelan yang sudah jarang kita dengar di lingkungan Sukabumi kini dengan adanya Euis Masripah (51 tahun) dan Eman Sulaiman(54 tahun) dengan diberi nama gruop Gapura Emas, Nama ” Gapura Emas ” sendiri mempunyai makna :
Gapura –> Garapan Sapala Putra, Emas-> Euis Eman Sulaiman. Gapura Emas ini selalu tampil dari pangung ke panggung untuk memenuhi undangan yang mereka dapat jika ada acara pernikahan. Gapura Emas ini dipimpin Euis Eman yang sudah berjalan sejak tahun 1998 ini mengaku sangat senang dengan memajukan Seni Sunda. Sejak kecil saya sudah di ajarkan oleh ibu saya, ujar Euis kepada Radar Sukabumi.

Ahmadiyah Sukabumi Tahajud Bersama

Radar Sukabumi --Warga Ahmadiyah di Sukabumi mengadakan salat tahajud dan doa bersama, terkait bentrokan di Cikeusik, Pandeglang, Banten, Senin (7/2) malam. Doa bersama ini berlangsung di areal Masjid Bilal milik jamaah Ahmadiyah di jalan Sriwidari RT 6/RW 1 Kelurahan Selabatu, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi. Meski kondusif, beberapa polisi berjaga-jaga untuk memastikan suasana lokasi tersebut aman.

Ikan Asin Mengandung Pemutih Beredar di Pasar

SUKABUMI (SINDO) – Dinas Koperasi,Perindustrian, Perdagangan dan Pasar (Diskoperindagsar) Kabupaten Sukabumi mengungkap peredaran ikan asin di sejumlah pasar tradisional yang diduga mengandung zat berbahaya yang biasa digunakan pada pemutih pakaian.

BMKG Palabuhanratu Jadi Pusat Penelitian

SUKABUMI, (PRLM).- Kantor Obsevatori Geofisika, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Palabuhanratu, Kab. Sukabumi, akan menjadi pusat penelitian dan pengamatan cuaca, iklim serta gempa yang memiliki peralatan terlengkap se-Indonesia. Bahkan kelengkapan peralatannya akan menjadi projek percontohan bagi kantor-kantor BMKG lainnya secara nasional.

HNSI Sukabumi Minta Pemerintah Sediakan Peralatan Penangkapan Ikan

SUKABUMI, (PRLM).- Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kab. Sukabumi, mengharapkan agar pemerintah melengkapi bantuan enam unit kapal 30 GT (gross ton) dengan satu paket peralatan canggih yang bisa mendongkrak hasil tangkapan ikan nelayan. Paket peralatan tersebut, antara lain JPS yakni alat untuk mendeteksi titik koordinat di tengah laut, fish finder yaitu alat untuk mencari tempat berkumpulnya ikan di dalam laut. Selain itu, elektro fish yakni alat untuk memanggil gerombolan ikan serta radio SSB yaitu alat komunikasi antara nahkoda dengan petugas di darat.

Siswa KC Sukabumi Tewas Dibacok

Radar Sukabumi - Seorang siswa SMK Kartika Candra (KC) Kota Sukabumi, Ade Sugiana (16) tewas dibacok dalam tawuran di Kampung Bangkongreang Desa Benda Kecamatan Cicurug Kabupaten Sukabumi, Sabtu sore (5/1) lalu. Korban lainnya Dede Eka (16) siswa SMK KC yang duduk di kelas I dalam kondisi kritis akibat luka sabetan senjata tajam di tangan, jari hampir putus dan luka di sekitar anggota tubuh lainya. Sementara, Muhammad Rian (16), yang merupakan teman satu kelas Dede mengalami luka di sekitar kepala akibat lemparan batu.

4 Februari 2011

Helmy Tampil, Sekda Mundur

Jurnal Sukabumi – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sukabumi, Muhammad Muraz memilih mundur dari Ketua Badan Pengawas PDAM Tirta Bumi Wibawa (TBW). Pengunduran itu terjadi setelah Walikota Sukabumi mengangkat Helmy Soetikno sebagai Direktur PDAM TBW Kota Sukabumi. Jabatan Ketua Dewan Pengawas akhirnya ditempati H. Kostaman yang juga menjabat Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPAKAD) Kota Sukabumi.

Pengadilan Agama Gulirkan Justice for All

Jurnal Sukabumi - Pengadilan Agama Kota Sukabumi akan menggulirkan program justice for all . Program ini akan diberikan kepada masyarakat yang akan mencari keadilan. Ketua Pengadilan Agama Kota Sukabumi, Yusuf Effendi mengatakan, pihaknya siap memberikan pelayanan gratis untuk 82 khusus bagi warga kurang mampu.

Kelurahan Selabatu Salurkan DDUPB

Jurnal Sukabumi – Kelurahan Selabatu Kecamatan Cikole Kota Sukabumi menggulirkan Dana Daerah Untuk Pembangunan Bersama (DDUPB) Tahun 2011. Dana sebesar Rp 40 juta ini diserahkan Ketua Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Kelurahan Selabatu, H. Yoyong. Alokasi dana sebesar Rp 23 juta diperuntukan bagi pengadaan sarana dan prasarana Posyandu.

31 Januari 2011

Pembangunan Mesjid RS Bunut Butuh Rp1,37 M

Radar Sukabumi -- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R Syamsudin Kota Sukabumi menggelar peletakan batu pertama rencana pembangunan Masjid Al-Ikhlas RSUD R Syamsudin pekan lalu. Prosesi acara berlangsung selepas salat berjamaah Jum'at (28/1). Kegiatan diprakarsai Direktur RSUD R Syamsudin, dr Suherman. Rencana pembangunan dilakukan sehubungan masjid yang pernah direnovasi sebanyak empat kali tersebut tidak bisa menampung jamaah dalam jumlah banyak dan kondisinya kurang representatif. "Masjid perlu dibangun, sehubungan kalau banyak pengunjung yang datang ke rumah sakit ini, sudah tidak muat lagi. Kasihan kan kalau mereka harus salat di halaman. Selain itu, tempatnya terlalu berdekatan dengan ruangan jenazah," tutur Suherman.

Kelas III Gratis, Jamkesmas Ditiadakan

Radar Sukabumi -- Warga miskin di Kota Sukabumi, berharap bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang mudah dan gratis. Terlebih dengan semakin meningkatnya biaya hidup di kota moci ini. Jaminan Kesehatan Masyararakat (Jamkesmas) ternyata masih belum mampu meringankan beban biaya. Sebagian besar dari mereka, untuk membayar biaya perawatan di Ruang Kelas III di RSUD R.Syamsudin saja merasa keberatan. "Keinginan kami sebagai warga miskin, biaya perawatan bisa gratis. Dengan seperti itu, beban kami sebagai warga tidak mampu akan berkurang," tutur seorang pasien, Teti (47), kepada Radar Sukabumi pagi kemarin.

Interaktif, Training Jurnalistik oleh Robbani

Radar Sukabumi -- Training Jurnalistik yang diselenggarakan LSM Robbani Sukabumi di Gedung Negara Pendopo Sukabumi berlangsung meriah, kemarin. Dialog internatif seputar dunia jurnalistik terjadi antara pembicara dengan peserta. Peserta yang mengikuti dialog ini berjumlah 50 orang. Semuanya pelajar se-Kota dan Kabupaten Sukabumi. Pada termin pertama, materi diisi oleh Rojab Asyari dari Harian Jurnal Nasional. Sedangkan pemateri Didiet Rahma Aditya yang juga Redaktur/Korlip Harian Radar Sukabumi tampil sebagai pembicara termin kedua. Suasana begitu hangat, pesertapun dibuat interaktif ketika pemateri Didiet memaparkan materi tentang Jurnalistik Dasar. Dalam pemaparannya para peserta diberi pengertian seputar apa itu profesi seorang jurnalis/reporter/wartawan/wartawati. Pemateri juga menyampaikan Karakter Seorang Jurnalis, sampai kepada Teknik Pembuatan Berita yang benar sesuai EYD dan Teknik Dasar Wawancara.

27 Januari 2011

Audit Dana Abadi KTNA Kab. Sukabumi Rampung

SUKABUMI (SINDO) – Kejaksaan Negeri Cibadak,Kabupaten Sukabumi kembali melanjutkan proses penyidikan dugaan korupsi dana abadi kontak tani dan nelayanan dalan(KTNA) sebesar Rp250 juta.

Nasi Timbel Diusulkan Jadi Warisan Budaya Dunia

BANDUNG (SINDO) – Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional (BPSNT) Bandung mengusulkan nasi timbel masuk dalam 99 jenis warisan budaya ke Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (UNESCO).
Sebelumnya, UNESCO secara resmi mengakui angklung, batik, keris, dan wayang sebagai warisan budaya. Kepala BPSNT Bandung Toto Sucipto mengatakan, pendataan warisan budaya tak benda yang tersebar di Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, dan Lampung ini dilakukan sejak pertengahan 2010 lalu.

Ulama & Mahasiswa Minta Bupati Hentikan Maksiat di Pasar Monyet

PALABUHANRATU, (PRLM).- Kalangan ulama dan mahasiswa di Kab. Sukabumi mendesak kepada Bupati Sukabumi, H. Sukmawijaya, M.M., supaya menghentikan sekaligus menghilangkan praktik prostitusi dan penjualan minuman keras (miras) di warung remang-remang (warem) di pasar monyet yang ada di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Sukawayana di Kec. Palabuhanratu dan Cikakak. Sebab, praktik kemaksiatan itu telah bertolak belakang dengan visi Kab. Sukabumi yaitu mewujudkan masyarakat berakhlak mulia dan menciptakan daerah Mubarokah.

26 Januari 2011

Menteri PDT “Tampar” Bupati Sukabumi, Disebut Daerah Tertinggal

Jurnal Sukabumi - Pernyataan Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (Meneg PDT), Helmy Faisal Zaini menjadikan tamparan bagi Bupati Sukabumi. Helmy menyatakan kembali mengenai predikat Kabupaten Sukabumi sebagai salah satu daerah tertinggal di Indonesia. Penegasan itu diungkapkan Helmy saat memberikan sambutan pada Peringatan Hari Gizi Nasional yang berlangsung di SDN Bojong Cikembar Kabupaten Sukabumi, Selasa (25/1) kemarin.

25 Januari 2011

Gara-gara Salah Kirim SMS, Siswi SMA Itu Jadi Korban Perkosaan

SUKABUMI, (PRLM).- AJ (16) warga Cibolang, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Senin (23/1) mendatangi Markas Kepolisian Resort (Mapolres) Sukabumi Kota. Pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMA) cukup ternama di Kota Sukabumi itu, diduga menjadi korban perkosaan. Korban sempat disekap tersangka RJ (23) warga Cilangla, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, hingga seharian. Korban dipaksa melakukan hubungan badan di sebuah hotel di bilangan Desa Warnasaari, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi.

Bubarkan Sekolah yang Sering Tawuran

Jurnal Sukabumi - Maraknya aksi tawuran di kalangan pelajar mengundang kecemasan warga Kota Sukabumi. Akibatnya, tidak sedikit warga yang meminta Dinas Pendidikan Kota Sukabumi untuk melakukan tindakan tegas. Bahkan beberapa warga meminta agar sekolah yang siswanya sering terlibat tawuran agar dibubarkan dinas terkait.

Warem di Pasar Monyet Palabuhanratu akan Ditertibkan

SUKABUMI, (PRLM).- Tim Penataan dan Penertiban Warung (TPPW) Taman Wisata Alam (TWA) Sukawayana, akan menertibkan warung remang-remang (warem) di kawasan pasar monyet di Kec. Palabuhanratu dan Cikakak yang kerapkali dipakai praktik prostitusi. Pasalnya, selain keberadaannya telah merusak citra pariwisata Palabuhanratu, juga telah mencoreng visi Kab. Sukabumi dalam menciptakan masyarakat berakhlak mulia.

24 Januari 2011

Isteri Polisi Menipu Warga Nagrak

NAGRAK (Radar Sukabumi) -- Warga yang menjadi korban penipuan TI (29) masih menunggu hasil penyelidikan pihak Polsek Nagrak, Kabupaten Sukabumi yang meminta secepat mungkin menemukan pelaku. Sebelumnya, masyarakat yang mengaku dirugikan oleh pelaku menggelar aksi unjukrasa di halaman polsek Nagrak. Masyarakat mengancam akan melakukan unjukrasa yang lebih besar jika waktu 7 X 24 jam polisi tidak menemukan keberadaan pelaku yang merupakan istri seorang anggota Polsek Nagrak, RD (40) berpangkat Aipda tersebut.

Nelayan Palabuhanratu Tolak Bantuan Kapal 30 GT Jika Imbal Balik

SUKABUMI, (PRLM).- Sejumlah nelayan Palabuhanratu menolak bantuan kapal 30 GT (gross ton) dari pemerintah pusat apabila dilakukan dengan cara imbal balik dengan perahu-perahu kecil. Cara imbal balik tersebut, yakni pemerintah memberikan bantuan kapal 30 GT sejenis kapal longline kepada nelayan, namun perahu-perahu kecil milik nelayan akan ditarik oleh pemerintah.

Polres Sukabumi Tangkap Tersangka Pelaku Trafficking

SUKABUMI, (PRLM).- Tersangka pelaku trafficking kembali diamankan petugas Kepolisian Resort (Polres) Sukabumi Kota. HN (42) warga Mangga Besar Jakarta Utara diamankan petugas di salah satu tempat hiburan di Jakarta.
Tersangka berhasil diboyong petugas ke Kota Sukabumi untuk dimintai keterangan. HN diduga merupakan bagian dari anggota jaringan sindikat perdagangan perempuan yang berhasil diamankan petugas. Dia terus dimintai keterangan secara intensif terkait dugaan perdagangan manusia.

22 Januari 2011

Juragan Bakso Dirampok

Jurnal Sukabumi - Kawanan perampok bersenjata tajam (sajam) menyatroni rumah Wagiman (57) di Kampung Cijangkar, Gang Setuju RT 02 RW 06 Kelurahan Cisarua Kecamatan Cikole Kota Sukabumi, Jumat (21/1) dini hari. Mereka berhasil membawa kabur uang sebesar Rp 45 juta bersama perhiasan emas milik juragan bakso “Sido Mampir” tersebut. Kawanan perampok sempat melumpuhkan dua penjaga rumah yang sedang tertidur pulas.

21 Januari 2011

Sering Diusir, Pemulung Nekad Habisi Tentara

SUKABUMI, (PRLM).- Dari hasil rekaulang pembunuhan anggota Markas Distrik Militer (Makodim) Sukabumi, Kamis (20/1) terungkap, tersangka nekad menghabisi Kopral Satu (Koptu) Asep Sudrajat (50) karena merasa terganggu kegiatannya di sana. JN yang selama ini beristirahat dan melakukan aktivitasnya sebagai pemulung kardus bekas di lokasi tempat kejadian perkara (TKP) sering diusir korban untuk meninggalkan areal itu.

20 Januari 2011

Oknum Kejaksaan dan Wartawan Peras Kades

Foto irwan/radarsukabumi
Radar Sukabumi -- Oknum pegawai Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibadak berinisial SH dengan seorang wartawan tabloid mingguan inisial HT, nyaris dimassa lantaran diduga melakukan pemerasan terhadap Kepala Desa (Kades) Hegarmanah, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Jaenudin, kemarin (19/1). Puluhan warga Desa Hegarmanah Kecamatan Warungkiara geram terhadap ulah SH dan HT tersebut, beruntung keduanya sepat diamankan polisi ke Mapolsek Warungkiara.

Tim Medis Pastikan Tersangka Pembunuh Tentara Alami Gangguan Jiwa

SUKABUMI, (PRLM).- Karena keterangan pelaku pembunuhan anggota Kodim Sukabumi berubah-rubah. Akhirnya Kepolisian Resort (Polres) Sukabumi Kota membawa tersangka, JN (20) ke Rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Syamsudim. Tim medis dari specialis kejiwaan memeriksa kejiwaan tersangka.

Warung di Sukawayana tak akan Direlokasi

SUKABUMI, (PRLM).- Pihak kehutanan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) selaku pemilik lahan Taman Wisata Alam (TWA) Sukawayana, Palabuhanratu dan CV Batu Alam (BA) selaku pemegang izin pengusahaan pariwisata di TWA Sukawayana, memberi kesempatan kepada para pedagang untuk tetap berjualan di kawasan TWA Sukawayana. Akan tetapi, mereka tidak boleh tinggal dan menetap di warungnya.

19 Januari 2011

Anggota Kodim Tewas Dianiaya Pemulung

Foto : Pikiran Rakyat
SUKABUMI, (PRLM).- Anggota Markas Distrik Militer (Makodim) Sukabumi, Kopral Satu (Koptu) Asep Sudrajat tewas dianiaya pemulung, Rabu (19/1). Warga Kebon Kelapa, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi tewas mengenaskan ditempat kejadian perkara (TKP)tepatnya di Jl Stasiun Timur dalam kondisi bersimpah darah pada bagian kepalanya.

70 Kantor Desa di Kab. Sukabumi Rusak

SUKABUMI, (PRLM).- Sebanyak 70 kantor desa di Kab. Sukabumi, kondisi bangunannya rusak parah. Kendati kondisinya rusak berat bahkan ada yang nyaris ambruk, namun sayangnya Pemkab Sukabumi belum bisa memperbaikinya akibat keterbatasan anggaran. Padahal, fungsi pemerintahan desa merupakan lini terdepan dalam melayani kepentingan dan kebutuhan masyarakat secara langsung.

The Changcuters Siap Guncang Sukabumi

Radar Sukabumi -- PT. Gudang Garam tbk kembali melucurkan produk baru, NUSA. Produk terbaru ini mengusung tagline “TOTALITAS SEBUAH KUALITAS”. Bagaikan seorang seniman yang membuat karya seni ukir pada sebatang korek api, untuk menghasilkan ukiran yang baik pada sebatang korek api yang sangat kecil, tentu saja memerlukan ketelitian, kesungguhan, dan TOTALITAS.
Sesuai dengan gambaran tersebut di atas, maka dalam rangka peluncuran rokok baru ini, NUSA mencoba menyapa calon konsumennya selain melalui iklan di media TV, juga meluncurkan sebuah KONSER MUSIK yang berbeda dengan konser musik yang selama ini pernah ada. Konser yang BARU PERTAMA KALI diadakan di Indonesia, yaitu sebuah konser yang mengkolaborasikan antara SENI dan MUSIK dalam satu panggung.

Heboh Hantu Merah, Setan Merah Makin Bikin Penasaran

Foto Jurnal Sukabumi
Jurnal Sukabumi – Video berisi rekaman penampakan Hantu Merah yang terjadi di Kecamatan Nagrak membuat gempar warga Sukabumi. Video berdurasi sekitar lima menit tersebut kini sudah tersebar luas hingga peredarannya masuk ke dalam situs terkenal youtube. Dalam tayangan video terlihat jelas penampakan sesosok perempuan berbaju merah yang sempat terekam keluarga Ika Jayasantika yang tinggal di Kampung Nagrak Kecamatan Nagrak Kabupaten Sukabumi.
Foto : Radar Sukabumi

Pemerintah Gratiskan Pasien Kelas III

Radar Sukabumi --Jakarta--Kabar gembira bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Mulai tahun ini, pemerintah lewat Kementerian Kesehatan menggratiskan pasien kelas III tanpa syarat apapun.
“Tahun ini, Kemenkes menggratiskan perawatan pasien kelas III di seluruh rumah sakit. Hal ini saya tuangkan dalam peraturan Menkes,” kata Menkes Endang Rayahu Sedyaningsih dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, Selasa (18/1).

Walikota Sukabumi Terima “Leadership MDGs Award”

JAKARTA, (PRLM).- Sebanyak 14 bupati/walikota menerima anugerah “Leadership MDGs Award”. Dua penerima di antaranya berasal dari Jawa Barat, yaitu Walikota Sukabumi H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur dan Bupati Tasikmalaya H. Tatang Farhanul Hakim.

Video Setan Merah Gegerkan Nagrak

Foto : Andri/Radar Sukabumi
Radar Sukabumi --Penampakan mahkhluk halus ‘setan merah’ lewat sebuah kamera video ponsel menggegerkan warga Kampung/Desa Nagrak Selatan Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi. Di dalam video yang berdurasi lima menit tersebut, menampakan wujud penampakan hantu anak kecil dengan pakaian merah yang secara kebetulan berhasil direkam di sebuah rumah milik warga Nagrak. Kendati video ini didapatkan sekitar tahun 2009 namun gambar video tersebut membuat bulu kuduk berdiri alias ketakutan jika melintas di rumah tersebut.