Sukabumi - Penyidikan kasus dugaan penyelewengan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang Pendidikan di Kabupaten Sukabumi masih terus bergulir. Kali ini, kejaksaan mengarahkan penyidikan ke kalangan pegawai negeri sipil (PNS). Setelah memeriksa sejumlah pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan, tim penyidik kembali mengorek keterangan tiga PNS yang terlibat dalam kepanitiaan lelang.
30 April 2011
Dirut RSUD Syamsudin Protes Pemprov Jabar
Sukabumi - Direktur RSUD Syamsudin Kota Sukabumi, dr. Suherman MM memprotes kebijakan Pemda Provinsi Jawa Barat. Protes itu terkait pembatalan program pembangunan 200 kamar untuk ruangan rawat inap pasien. Pemda Provinsi Jawa Barat awalnya menyatakan siap membantu memberikan dana yang pekerjaannya akan dimulai pertengahan tahun ini.
25 April 2011
Pantai Karangnaya Akan Kembali Ditata
SUKABUMI (PRLM).- Pihak CV Batu Alam (BA) selaku pemegang Izin Pengusahaan Pariwisata Alam (IPPA) di Taman Wisata Alam (TWA) Sukawayana di Kec. Palabuhanratu dan Cikakak, mulai Mei mendatang akan melakukan penataan TWA Sukawayana di kawasan Pantai Karangnaya, Kec. Cikakak. Penataan tersebut, di antaranya dengan menata kembali warung para pedagang serta membangun tempat rekreasi bernuansa alam.
22 April 2011
Bupati Minta Perusahaan Sediakan Tempat Ibadah
Sukabumi -- Bupati Sukabumi, Sukmawijaya meminta semua perusahaan yang ada di Kabupaten Sukabumi menyiapkan sarana ibadah. Tujuannya agar tenaga kerja yang sibuk mencari nafkah duniawi, tetap bisa meluangkan waktu untuk urusan akhirat dengan tersedianya sarana ibadah.
| Bupati Sidak Ke PT. Liza di Jl, Selabintana |
Hal itu dikatakan Sukmawijaya di sela-sela kunjungannya ke PT Liza di Jalan Salabintana Kecamatan Sukabumi, kemarin. Selain memantau ketersediaan sarana ibadah, Bupati yang melakukan inspeksi mendadak didampingi pihak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sukabumi, juga memantau penerapan UMK dan perbandingan tenaga kerja perempuan dan laki-laki. "Disarankan setiap perusahaan memiliki tempat ibadah dan apabila sudah saatnya para pekerja melakukan ibadah sudah selayaknya tidak dipersulit,” imbau Sukmawijaya.
Melihat "Rumah Aman" Korban Trafficking Kabupaten Sukabumi
Belum Representatif, Tempat Pemulihan Mental Korban
| Ketua P2TPA Jawa Barat, Netty Heryawan |
Sukabumi --Kendati dinilai dari berbagai aspek masih kurang representatif untuk sebuah tempat "Rumah Aman" pemulihan bagi para korban trafficking dan korban KDRT. Akan tetapi bekas rumah dinas salah seorang dokter PNS yang bertugas di Kecamatan Cisaat yang kini disulap menjadi sebuah tempat curhat, keluh kesah dan pembinaan mental korban trafficking dan KDRT tersebut, setidaknya mampu mengembalikan para korban dan meminimalisir tingkat kasus trafficking dan KDRT.
Bupati Khawatirkan Laju Pertumbuhan Penduduk
Sukabumi -- Jumlah penduduk di Kabupaten Sukabumi, diprediksi akan menjadi 2.978.016 jiwa pada 2025 atau setiap tahunnya penduduk Kabupaten Sukabumi akan bertambah sekitar 42.578 jiwa. Proyeksi tersebut kemungkinan tidak akan banyak berubah jika pengelolaan program kependudukan dan keluarga berencana dilaksanakan seperti saat ini, namun jumlah tersebut sangat mungkin meningkat, apabila intensitas dan frekuensi pengelolaan program kependudukan, KB, KS dan PP tidak secara sungguh-sungguh.
Jasa Raharja Gelar Pengobatan Gratis di Terminal Sudirman
Warudoyong -- Untuk meningkatkan peran serta Jasa Raharja Perwakilan Sukabumi di dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, mengadakan pemberian pelayanan kesehatan secara cuma-cuma kepada para pengemudi, penumpang dan pengunjung Terminal Sudirman Sukabumi di Jalan A R Hakim Kota Sukabumi, kemarin.
Hingga Maret 2011, PAD Kota Sukabumi Mencapai Rp 155 Miliar
Sukabumi -- Realisasi penerimaan Pendapatan Daerah Kota Sukabumi, hingga bulan Maret 2011, mencapai Rp 155.793.443.498 atau baru mencapai 26,83 persen dari target keseluruhan sebesar Rp 580.770.734.000.
Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Sukabumi, Kostaman mengatakan realisasi penerimaan Pendapatan Daerah Kota Sukabumi tersebut, terdiri dari pajak hotel Rp 129.287.910, pajak restoran Rp 690.165.174, pajak hiburan Rp 111.563.120, pajak reklame Rp 169.918.140, pajak penerangan jalan Rp 721.612.277, pajak parkir Rp 30.213.200, pajak air tanah Rp 9.881.500, serta pajak perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) Rp 1.169.200.980.
Pemkab Diminta Tanggap Sikapi Kasus Bayi Gizi Buruk
Sukabumi -- Nur Rosyid Fadillah (3 bulan), bayi asal Kampung Pasir Dalem Desa Babakan Pari Kecamatan Cidahu, tergolek lemah di salah satu incubator ruangan Tanjung di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Samsudin Kota Sukabumi.
Bayi kembar pasangan suami istri Rustiana dan Yuyun ini diduga mengalami gizi buruk (busung lapar-red). Sebelumnya kembaran Nur yakni Siti Fatimah telah meninggal dalam kandungan. Lalu dua hari kemudian, Yuyun ibu kandungnya pun meninggal dunia setelah menjalani operasi. Untungnya, biaya perawatan Nur sedikit teratasi karena ditanggung dengan mengunakan dana Jamkesda.
Investor Tambang Emas Cigaru Mangkir
Sukabumi - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi gagal mempertemukan dua kubu yang terlibat konflik penambangan emas di kawasan Cigaru Kecamatan Simpenan Kabupaten Sukabumi, Kamis (21/4) kemarin. Pasalnya, pihak PT Golden Pericindo Indah (PT GPI) selaku investor tambang emas mungkir dalam pertemuan tersebut. Jadwal pertemuan akhirnya akan mundur hingga pekan depan.
Chevron Dituding Ingkar Janji
Sukabumi - Gabungan Pengusaha Gunung Salak (Gapegsa) menuding PT Chevron Geothermal Salak (PT CGS) ingkar janji. Tuduhan ini muncul akibat kekecewaan pengusaha lokal dalam urusan pembagian proyek. Pasalnya, mayoritas proyek yang didanai perusahaan asing milik Amerika Serikat ini, justru dikuasai perusahaan besar asal Jakarta.
Penegasan itu disampaikan sejumlah pengurus Gapegsa saat menggelar pertemuan di Rumah Makan “Ampera” Cisaat Kabupaten Sukabumi, Rabu (20/4) sore. Mereka menuntut komitmen PT Chevron untuk merealiasikan kesepakatan bersama yang ditandatangani unsur Muspida Kabupaten Sukabumi setahun yang lalu. Dalam kesepakatan itu disebutkan PT Chevron harus memaksimalkan penggunaan tenaga kerja lokal.
Mahasiswa PMII Turunkan Bendera
Saat Unjuk Rasa di Halaman Gedung Setda
Sukabumi - Peringatan Hari Kartini di Kabupaten Sukabumi diwarnai unjuk rasa puluhan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Mereka menggelar orasi di halaman Gedung Setda Kabupaten Sukabumi, Kamis (21/4) kemarin. Saat demo akan berakhir, beberapa pengunjuk rasa nekat menurunkan bendera merah putih.
Tindakan mahasiswa itu spontan mengundang reaksi keras dari aparat Pemda Kabupaten Sukabumi. Sejumlah petugas pengamanan berusaha menghadang mahasiswa yang sedang menurunkan bendera merah putih. Akibatnya sempat terjadi ketegangan antara petugas dengan para mahasiswa.
16 April 2011
Biaya Pembuatan SIM Secara Massal di Kab. Sukabumi, Relatif Mahal
SUKABUMI, (PRLM).- Sejumlah warga mengeluh karena biaya pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) yang baru secara massal di Polres Sukabumi, Minggu (10/4) lalu, diduga relatif mahal hingga melebihi dari ketentuan.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 50/2010 tentang Jenis dan Tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tarif penerbitan SIM C yang baru sebesar Rp 100.000. Namun biaya pembuatan SIM C yang baru secara massal, hingga mencapai Rp 300.000. Begitupula dengan pembuatan SIM A yang baru. Dari ketentuan Rp 120.000, namun pembuatan SIM secara massal biayanya mencapai Rp 350.000.
Ayep Kadisdik Kota Sukabumi Definitif
| Ayep Supriatna |
CIKOLE -- Akhirnya kursi kekosongan di tubuh Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Sukabumi terjawab sudah. Walikota Sukabumi Muslikh Abdussyukur menjatuhkan pilihan kepada Ayep Supriyatna yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Disdik Kota Sukabumi.
Pria yang telah lama melintang di dunia pendidikan ini disandingkan dengan Ade Suherman sebagai Sekretaris Disdik yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Disporabudpar Kota Sukabumi.
7 April 2011
Perayaan hari nelayan ke-51 Kurang Meriah
Palabuhanratu -- Syukuran hari nelayan ke-51 Dermaga Palabuhanratu begitu khidmat. Warga berbondong-bondong ingin menyaksikan upacara adat dan ingin melihat putri nelayan tahun ini, yakni Suci Hartati, siswi kelas III SMAN I Palabuhanratu. Sedangkan yang menjadi pendamping putri nelayan yakni Ronal Akbar warga Kampung Gumelar, Palabuhanratu. Pada perayaan tersebut juga menampilkan cerita rakyat tentang asal mula nama daerah Palabuhanratu dalam berbagai atraksi gerak dan tari. Sedangkan pelepasan ribuan benur (bibit udang) dan benih ikan krapu sebanyak 1000 ekor menjadi puncak acara, meski tahun ini berlangsung singkat.
DH, Tersangka Kasus Alkes Resmi Ditahan
Sukabumi - Kejari Cibadak akhirnya menahan DH, tadi malam. Tersangka dugaan kasus korupsi pengadaan obat generik dan obat paten serta alat kesehatan (alkes) di RSUD Sekarwangi pada 2009 ini selesai menjalani pemeriksaa tahap kedua yang berlangsung pukul 11.00 hingga 19.00 tadi malam. DH oleh sejumlah pegawai Kejari langsung digiring ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nyomplong Kelas II B Sukabumi setelah sebelumnya DH sempat menunaikan salat Magrib di salah satu ruangan Kejari Cibadak.
Warga Ciurug Terancam Pergeseran Tanah
SUKABUMI, (PRLM).- Pergeseran tanah di Kampung Ciurug, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi terus mengancam warga. Sebanyak sembilan Kepala Keluarga (KK) atau lima puluh jiwa kini dibayang-bayangi tergerus bencana tanah longsor. Bahkan untuk mengantisipasi korban jiwa, aparat desa telah mengeluarkan perintah agar salah satu keluarga yang berada tidak jauh dari lokasi bencana menjauh.
“Saat hujan deras, kami diperintahkan meninggalkan rumah ini. Apalagi retakan tanah yang berada tidak jauh dari rumah terus mengalami memanjang hingga mendekati rumah,” kata salah seorang warga, Suma Junaedi , Kamis (7/4). (A-162/A-120)***
31 Maret 2011
Gaji PNS Bebani APBD Kota Sukabumi
Sukabumi - Hampir separuh Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Sukabumi habis terpakai untuk belanja pegawai. Bahkan sebagian besar alokasi belanja pegawai habis tersedot biaya gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS). Kondisi itu menjadi salah satu penyebab timbulnya defisit APBD Kota Sukabumi tahun tahun 2011.
Pernyataan itu diungkapkan Ketua Fraksi Demokrat Bersatu, Hendri Slamet menanggapi defisit APBD Kota Sukabumi sebesar Rp 22,7 miliar. Untuk menghindari defisit anggaran tahun depan, Hendri mengusulkan tidak ada rekruitmen CPNS yang baru. Sebab Dana Alokasi Umum (DAU) yang merupakan sumber pendapatan APBD Kota Sukabui tidak mengalami penambahan.
Pembangunan Gedung PGRI Menuai Protes
Sukabumi - Rencana pembangunan Gedung PGRI di Kampung Cibungur Kecamatan Cibeureum Kota Sukabumi mengundang reaksi dari sejumlah guru. Pasalnya, bangunan untuk Sekretariat PGRI ini belum jelas mengenai hitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Sedangkan alokasi anggaran pembangunan sudah ditetapkan sebesar Rp 5 miliar.
Reaksi itu salah satunya disampaikan anggota PGRI yang juga guru ahli bangunan SMKN 1 Kota Sukabumi, Dadang Hernawan. Selain RAB belum jelas, Dadang mengeluh kebijakan Pengurus PGRI yang akan membebankan biaya pembangunan gedung kepada para anggotanya. Sebab pengurus PGRI akan memungut iuran kepada anggotanya dengan kisaran antara Rp 500.000 hingga Rp 1 juta.
Kantor Kesbangpol Kota Sukabumi Nunggak Gaji
Sukabumi – Puluhan pegawai tidak tetap (PTT) di lingkungan Kantor Kesbangpol dan Linmas Kabupaten Sukabumi mengeluh akibat belum menerima honor selama tiga bulan. Honor yang belum dibayar itu terhitung sejak Januari – Maret 2011. Sedangkan pembayaran honor di instansi lainnya berjalan cukup lancar.
Kekecewaan semakin bertambah ketika uang makan belum diterima sekitar 27 petugas Linmas itu. Bahkan muncul rumor sebagian uang honor sudah terpakai salah seorang oknum Kantor Kesbangpol. Sehingga honor yang akan mereka terima hanya akan diberikan untuk Bulan Perbuari dan Maret.
Buat KTP Ternyata Bayar Rp35 Ribu
NYALINDUNG -- Penerapan pembuatan KTP gratis ternyata hanya isapan jempol belaka. Buktinya, di Kecamatan Nyalindung warga yang hendak membuat KTP tetap harus membayar Rp35 ribu per KTP. Tak ayal, pemasangan tarif KTP ini dikeluhkan warga.
23 Maret 2011
Kran Pemekaran Baru Dibuka Usai Revisi UU 32
JAKARTA -- Pemerintah mengulur masa moratorium pemekaran. Jika sebelumnya pembahasan RUU pemekaran dijanjikan dimulai lagi jika sudah kelar penyusunan grand design penataan daerah, kini ada alasan terbaru. Keran pemekaran akan dibuka lagi setelah selesai pembahasan revisi UU Nomor 32 Tahun 2004.
Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Kemendagri, Djohermansyah Djohan menjelaskan kebijakan pemerintah terbaru ini. Secara runut dibeberkan, hingga saat ini pemerintah masih melakukan evaluasi terhadap sejumlah daerah otonom baru. Sebagian memang sudah selesai dievaluasi. Hasil evaluasi ini nantinya menjadi acuan penyusunan grand design penataan daerah.
Kinerja BKBP Dipertanyakan Dishutbun Kab. Sukabumi
SUKABUMI, (PRLM).- Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengembangan SDM, Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kab. Sukabumi, Wawan Suwandi, S.H., M.Si., kecewa dan mempertanyakan dengan kinerja Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBP) Kab. Sukabumi.
Warga Blokir Pabrik Sepatu Merk "Nike"
Sukabumi - Puluhan warga memblokir jalan menuju lokasi pabrik sepatu di Kampung Baros Desa Titisan Kecamatan Sukalarang Kabupaten Sukabumi, Selasa (22/3) kemarin. Aksi warga ini nyaris melumpuhkan aktivitas perusahaan yang memproduksi sepatu merk terkenal “Nike” ini. Upaya pemblokiran berhasil digagalkan aparat kepolisian yang berusaha melakukan negosiasi dengan pimpinan pengunjuk rasa.
Menurut keterangan yang dihimpun Jurnal Bogor, aksi warga dipicu ulah perusahaan yang dianggap melanggar kesepakatan bersama . Kemarahan semakin bertambah setelah rekanan perusahaan dituding belum melunasi hutang pengiriman bahan material sebesar Rp 800 juta. Sejauh ini warga masih memberikan toleransi bagi perusahaan untuk menyelesaikan kewajibannya.
BPSK Menangkan Pelanggan PLN
Sukabumi - Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kabupaten Sukabumi memenangkan gugatan pelanggan listrtik, Deliana Irianto (52) terhadap PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sukabumi. Sidang penyelesaian sengketa konsumen ini digelar di Cibadak, Senin (21/3).
Dalam putusannya BPSK menghapus kewajiban Deliana Irianto untuk membayar denda sebesar Rp 2,4 juta. Besaran denda muncul setelah Deliana dianggap telah melanggar penggunaan Kwh. Namun putusan belum inkrah karena keduabelah pihak masih diberik kesempatan mengajukan keberatan.
Muhammadiyah Sukabumi Harus Dibagi Dua
Sukabumi - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukabumi punya kewajiban melakukan pemekaran kepengurusan organisasi ini menjadi dua. Satu kepengurusan berada di Kota Sukabumi dan yang lainnya berada di Kabupaten Sukabumi. Amanat itu disampaikan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat, KH. Ayat Dimiati saat menghadiri serah terima jabatan kepengurusan PDM Sukabumi periode 2010 – 2015 di Kampus UMMI Jalan R. Syamsudin, Selasa (22/3) kemarin.
Kantor Pos Gunakan Metal Detektor
Sukabumi -- Teror bom buku yang terjadi di Jakarta beberapa waktu lalu membuat semua kalangan merasa khawatir. Akhirnya berbagai lembaga mulai dari pemerintahan hingga swasta langsung melakukan tindakan antisipasi terhadap peredaran teror bom.
Salah satunya dilakukan PT. Pos Indonesia Kantor Cabang Sukabumi (Kantor Pos) di Jalan Ahmad Yani Kota Sukabumi. Perusahaan negara yang bergerak dalam bidang jasa pengiriman barang dan surat serta keuangan itu sejak beberapa hari telah memberlakukan penggunaan metal detektor.
Marak, Kupon Berhadiah Palsu
SUKABUMI -- Penipuan berkedok kupon berhadiah dalam bungkus kemasan kopi dan sejumlah produk makanan kembali muncul. Kendati belum memakan korban, akan tetapi modus penipuan yang menawarkan berbagai hadiah menggiurkan seperti motor dan mobil tersebut telah meresahkan warga yang kebetulan mendapatkan kupon tersebut.
Seperti yang dialami Aceng (43), warga Desa Cibolangkaler Kecamatan Cisaat ini hampir saja tertipu oleh kupon berhadiah yang terdapat di salah satu produk sabun deterjen beberapa hari lalu. Di dalam bungkus sabun deterjen itu, Aceng dan istrinya sempat sumringah bukan kepalang ketika membaca secarik kertas dan kupon yang isinya menyebut jika pemegang kupon tersebut berhak mendapatkan mobil.
HIV/AIDS : Cikole Kecamatan Paling Terparah
Penyebaran HIV/AIDS Sampai 120 Penderita
CIKOLE -- Percepatan penyebaran virus HIV/AIDS di Kota Sukabumi bukan lagi hal yang tabu. Dalam tiga bulan terakhir sampai pertengahan Maret pengidapnya semakin bertambah. Data ini bukan sekadar rekayasa. "Akan tetapi berdasarkan temuan dari kami Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, "ungkap Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Kota Sikabumi, Rita Fitrianingsih, kemarin.
Menurut Rita, data penderita HIV/AIDS di Kota Sukabumi setiap tahunnya mengalami peningkatan. Korban yang mengidap HIV dari Januari 2011 sampai Maret 2011 berjumlah dua orang. Dan yang terkena AIDS dari kurun waktu 3 bulan yakni Januari sampai Maret berjumlah 6 orang. Dari kurun waktu 3 bulan yang meninggal berjumlah 6 orang. Ditambahkan oleh Anggota Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), Zaenal mengatakan HIV/AIDS per kecamatan 2000 sampai 2010.
22 Maret 2011
Nasib Alumni SMKN 1 Cibadak Terkuak, Ditemukan di Miyagi Jepang
Sukabumi - Misteri tiga alumni SMKN 1 Cibadak yang kehilangan kontak saat kerja magang di Jepang akhirnya terjawab. Ketiganya ditemukan dalam kondisi selamat di Kota Miyagi yang sempat diterjang badai tsunami, Jum’at (11/3) lalu. Mereka lolos dari ancaman maut setelah melarikan diri ke daerah perbukitan.
Ketiga alumni yang hilang kontak hampir satu pekan lebih itu dialami Neng Silvi, Siti Selvia Harlena, dan Yuli Karlina. Keberadaan mereka ditemukan tim evakuasi di kawasan perbukitan di daerah Miyagi Jepang. Kabar itu diperoleh langsung pihak keluarga dari PT Japan Indonesia Economic Center (JIAEC).
Polreta Sukabumi Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Anggota TNI
SUKABUMI, (PRLM).- Rekontruksi pembunuhan anggota TNI, di JlN. Terusan Stasion Timur, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, kembali digelar, Selasa (22/3) . Dengan pengawalan ketat personel Markas Kepolisian Resort (Mapolres) Kota Sukabumi dan unsur TNI, Kopral Satu (Koptu) Asep Sudrajat (50) dianiaya tersangka JN (40) hingga tewas. Korban terungkap dibunuh pemuda sakit ingatan dengan menggunakan kayu berpaku hingga mengalami luka serius di sekitar kepala dan muka.
“Untuk memudahkan proses selanjutnya, kami telah menitipkan tersangka di Rumah Sakit Rehabilitasi Jiwa Paramarta Cibadak. Pasca pembunuhan, dia sempat menjalanI pengobatan jiwa di Cilendek, Bogor,” kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminalitas (Kasat Reskrim) Mapolreta Sukabumi Kota, Ajun Komisaris Polisi (AKP), Engkus Kuswaha kepada "PRLM", Selasa (22/3). (A-162/A-147)***
Taman Kota Palabuhanratu Hanya Jadi Pajangan
PALABUHANRATU, (PRLM).- Sejumlah masyarakat Palabuhanratu menilai taman kota Palabuhanratu di Kp. Tenjoresmi, Ds. Citepus, Kec. Palabuhanratu, selama ini terkesan hanya menjadi pajangan saja. Pasalnya, sudah tiga tahun lamanya taman kota dibangun, namun hingga kini secara resmi belum dibuka untuk umum atau belum bisa dinikmati oleh masyarakat. Selain itu juga, tahun ini taman kota belum dijadikan objek penilaian piala Adipura di Palabuhanratu.
21 Maret 2011
Ups.. 121 Balita Kota Sukabumi Mengalami Kegemukan
SUKABUMI - Sebanyak 121 bayi dan balita di Kota Sukabumi, Jawa Barat (Jabar), mengalami maal nutrisi atau kelebihan berat badan. Data Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Rabu (16/3), menyebutkan bayi dan balita kelebihan berat badan disebabkan beberapa faktor antara lain karena pola makanan.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kota Sukabumi, Rita Fitrianingsih, mengatakan masalah maal nutrisi atau obesitas disebabkan pola makan yang tidak sehat. "Makanan tersebut biasanya mengandung nutrisi kabrohidrat, lemak, protein dan zat lainnya berlebih yang terkandung pada makanan itu," kata Rita.
Ia menambahkan makanan cepat saji, jajanan warung, susu non ASI dan makanan berkadar gizi berlebih lainnya bisa menyebabkan berat badan bayi dan balita berlebih dari normalnya. "Makanan yang seperti itu bisa memacu pertumbuhan bayi dan balita yang tidak normal," tambahnya.
Dewan Desak Bangun Jembatan Timbang
CICURUG -- Kerusakan jalan nasional Kabupaten Sukabumi bagian utara, tepatnya di kawasan industri Cibadak, Parungkuda, Cicurug, ditenggarai akibat seringnya dilintasi kendaraan jenis kontainer atau truk, milik perusahaan industri garmen, elektronik, serta air mineral dengan tonase berlebihan. Selain tonase kendaraan industri, mobil pengakut pasir menyubang kerusakan jalan nasional.
Diperkirakan berat angkutan mencapai 40 ton. Dalam satu hari puluhan kendaraan dengan bobot tersebut melintas. Akibatnya jalan berlubang dan bergelombang. Kerusakan tersebut nampak terlihat di sebelah kiri jalan menuju arah Bogor sebab kendaraan terisi muatan berangkat dari Sukabumi menuju kawasan Jabodetabek.
Gempa 5,3 SR Getarkan Sukabumi
SUKABUMI - Sebagian warga Kota/Kabupaten Sukabumi panik dan sempat berhamburan ke luar rumah akibat guncangan gempa berkekuatan 5,3 skala richter (SR) yang terjadi sekitar pukul 08.20 WIB, Minggu (20/3). Informasi dari Badan Meterologi Klimatologi Geofisika (BMKG) menyebutkan, pusat gempa berada di 7.93 Lintang Selatan, 106.79 Bujut Timur atau 113 km barat daya Sukabumi, dengan kedalaman 10 km.
BMKG merilis jika gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Getaran itupun dirasakan warga Sukabumi, bahkan getarannya dapat dirasakan hingga Bogor, Tasikmalaya, Pangandaran dan Ciamis.
Program KTP Berasuransi Kesehatan Provinsi Jawa Barat
Warga Jabar Bisa Berobat dengan Biaya Sangat Murah
BANDUNG, (PRLM).- Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Kesehatan Pemprov. Jabar terus menggenjot kinerjanya dalam upaya merealisasikan program Kartu Tanda Penduduk (KTP) berasuransi kesehatan. Melalui KTP berasuransi yang rencananya diluncurkan tahun 2012, warga Jabar nantinya bisa berobat di puskesmas atau rumah sakit yang ditunjuk dengan biaya sangat murah.
Kepala Dinkes Jabar dr. Alma Lucyati menuturkan, Dinkes saat ini sedang berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri untuk mewujudkan KTP berasuransi tersebut. Satu hal yang dibahas ialah nominal premi yang mesti dibayar setiap masyarakat dan pemerintah. "Juga soal format KTP asuransinya ini. KTP ini mesti memiliki barcode khusus. Dan tentunya tidak bisa dipalsukan. Nah, apakah nanti mesti membuat KTP baru lagi atau bagaimana, itu yang tengah kami godok," ujarnya kepada wartawan, di Gedung Sate, Jln. Diponegoro Kota Bandung, pekan lalu.
20 Maret 2011
Posisi Kadisdik Kota Sukabumi Masih Menggantung
LEMBURSITU -- Posisi jabatan untuk Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Sukabumi masih kosong. Jabatan tersebut mengalami kekosongan selama lebih dari satu bulan, sejak ditinggalkan Sanusi Harjadireja yang kini kembali mengabdikan diri sebagai guru di salah satu SMP di Kota Sukabumi juga mengabdi sebagai dosen. Dan sementara sampai saat ini, jabatan tersebut sudah dua kali diisi Pelaksana Tugas (Plt). Sekarang, untuk Pelaksana Tugas (PlT) dijabat oleh Ika Sartika, menggantikan Ayep Supriyatna. Pergantian dilakukan pada 14 Maret 2011, sehubungan dengan keberangkatan Ayep untuk umroh."
Saya menggantikan Ayep, sesuai Surat Perintah Walikota Sukabumi tertanggal 14 Maret sampai dengan terpilihnya pejabat definitif Kepala Dinas Pendidikan Kota Sukabumi," tandasnya kepada Radar Sukabumi saat ditemui di ruang kerjanya, siang kemarin (18/3). Dijelaskan Ika, sepulang dari umroh Ayep akan menjabat sebagai Sekretaris Disdik. "Setelah sepuluh hari di sana, sekembalinya ke Kota Sukabumi, dirinya akan menjabat kembali sebagai Sekretaris. Posisi tersebut sebagaimana dijabatnya sebelum menjadi PlT," jelasnya.
Ika Sartika sebelumnya juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) Kota Sukabumi. Kini dua jabatan disandangnya sekaligus. "Ya, saya sekarang rangkap jabatan. Ini kan sah-sah saja, selama bisa membagi waktu dan mempola manajemen," ujarnya. Diakui oleh Ika, dirinya memiliki keterbatasan wewenang dalam menjalankan kebijakan di Disdik Kota Sukabumi. "Saya kan nggak bisa meng-SK-kan. Namun dalam hal tanggung jawab dan fungsi pokok, tak jauh berbeda dengan Kadisdik," katanya. Ditanya mengenai keinginannya untuk menjabat sebagai Kadisdik, dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada tim Baperjakat (Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan) dan Walikota Sukabumi. "Itu kan harus mempertimbangkan pengalaman dan prestasi kerja. Ya, saya serahkan saja kepada pak Wali," pungkasnya. (rp2)
Perlu Perawatan Serius Skate Park Lapang Merdeka
CIKOLE -- Kota Sukabumi tidak hanya dikenal dengan moci (makanan) nya saja. Kota ini ternyata dikenal pula dengan berbagai kreatifitas dari para muda-mudinya. Salah satunya adalah Skateboard. Berangkat dari hobi, kini pegiat skateboard di Kota Sukabumi mulai tumbuh. Diantaranya dengan telah terbentuknya tim dengan nama Merdeka Skateboarding Team (MST) yang diketuai oleh Efriyandi (Gonyen,nama akrab). Kini Merdeka Skateboarding Team memiliki 136 orang skateboarder. "Adapun yang rutin melakukan latihan rata-rata 15 orang, secara bergantian di Lapangan Merdeka Skate Park ini," tutur salah seorang skateboarder, Yogi Hadisaputra, kepada Radar Sukabumi, sore kemarin.
PNPM Kelurahan Cibadak Gelar Khitanan Massal
CIBADAK -- Sebanyak 47 anak dikhitan massal di Sekretariat Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Kelurahan Cibadak, kemarin. Acara sosial itu dilaksanakan Unit pengelola Sosial BKM Peduli, dari PNPM Kelurahan Cibadak.
Target khitan massal ini 100 anak, dilakukan secara gratis. Peserta khitanan berasal dari Kecamtan Cibadak serta Kecamtan Nagrak. Dipusatkan pelaksanaan acara ini di Kantor PNPM, Kampung Pintu Keluarahan/Kecamtan Cibadak. Setiap anak yang usai dikhitan mendapatkan pakaian muslim dan Iqro serta uang sebesar Rp50 ribu.
18 Maret 2011
Kasat Lantas Polres Sukabumi Kota Merasa "Ditampar"
CIKOLE -- Kasat Lantas Polres Sukabumi Kota, AKP Asep Saepudin mengakatan dirinya merasa "ditampar" gara-gara insiden yang terjadi pada Minggu sekitar pukul 03.00 WIB yang mengakibatkan empat korban harus dilarikan ke RSUD R Syamsudin akibat luka sabetan samurai hasil bentrokan empat geng motor. Kekecewaan itu disampaikan kepada empat pengurus geng motor yang mengatasnamakan Moonraker, Brigez, XTC dan GBR saat mereka mendatangi Kantor Kasat Lantas Polres Sukabumi Kota, kemarin.
Ahmadiyah Kota Sukabumi Tolak Tobat
SUKABUMI -- Jemaah Ahmadiyah di Kota Sukabumi bersikukuh pada keyakinannya. Mereka menolak tobat bersama seperti para Jemaah Ahmadiyah di Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi. "Kami kan Islam, tobat itu urusan pribadi muslim pada Allah. Kami nggak mengerti tobat seperti apa yang dimaksudkan itu," ujar Pimpinan Dewan Keluarga Mesjid (DKM) Jemaah Ahmadiyah Kota sukabumi, Dili kepada Radar Sukabumi kemarin (17/03).
Dua Kali Kebakaran, Warga Ciaul Gempar
CIKOLE -- Warga Ciaul Pasir digegerkan dengan insiden dua kebakaran, kemarin. Kebakaran itu awalnya terjadi pada bengkel milik Sandi (50). Suzuki Baleno bernopol F 1804 UC Milik Aldi nyaris hangus dilahap si jago merah, kemarin.
Meski tidak mengakibatkan korban jiwa. Namun montir bengkel tersebut, Ahmad (30) mengalami luka bakar pada tangan kirinya dan lecet pada hidungnya akibat terbakar. Dan diduga kerugian mencapai puluhan juta, karena kap mobil mewah itu rusak parah, televisi rusak, dan atap bengkel itu bolong akibat si jago merah.
PNS Dishub Bantu Curi Motor
SUKABUMI -- Menjadi pengawai negeri sipil (PNS), tak membuat SS (32) tenang dan nyaman dalam bekerja. Pria yang sehari bertugas di Dinas Perhubungan Kota Sukabumi ini nekat ikut membantu pencurian motor. Kemarin, Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Sukabumi Kota membekuknya bersama rekannya DH, warga Sela Eurih, Kel Dayeuhluhur, Kec Warudoyong, Kota Sukabumi.
17 Maret 2011
Kab. Sukabumi Terbitkan Kepbup tentang Larangan Ahmadiyyah
SUKABUMI, (PRLM).- Setelah beberapa daerah kabupaten/kota di Jawa Barat mengeluarkan kebijakannya untuk melarang kegiatan Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI), kini giliran Kab. Sukabumi mengeluarkan kebijakan yang sama. Pelarangan kegiatan JAI di Kab. Sukabumi itu, dituangkan dan ditetapkan dalam Keputusan Bupati (Kepbup) No. 300/Kep.156-Kesbangpol dan Linmas/2011, tertanggal 15 Maret 2011 yang ditandatangani Bupati Sukabumi, H. Sukmawijaya, M.M.,. Kepbup tersebut, sebagai kepanjangan SKB Tiga Menteri No. 3 Tahun 2008 dan Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Barat No. 12 tahun 2011 tentang Larangan Kegiatan JAI di Jawa Barat.
14 Maret 2011
Pelajar Sukabumi Selamat
Sukabumi - Rasa syukur disampaikan Kepala SMKN 1 Sukabumi, Wahyuto menyusul para alumninya yang magang kerja di Jepang tidak terkena bencana tsunami. Soalnya ada sekitar 200 lulusan SMKN 1 Sukabumi yang masih berada di Negari Sakura itu. Mereka bisa bekerja di Jepang berkat kerjasama pihak sekolah dengan Japan Indonesia Economy Centre (JIAEC) yang berada di Jakarta.
Ahmadiyah Sukabumi Tolak MUI
Sukabumi – Jemaah Ahmadiyah di Kecamatan Warungkiara keberatan menerima kunjungan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi. Bahkan Ahmadiyah menolak kehadiran MUI untuk menjadi imam shalat di lingkungannya. Pesan penolakan Jamaah Ahmadiyah terungkap dalam rapat koordinasi unsur Muspida di Gedung Pendopo Kabupaten Sukabumi, Jum’at (11/3) kemarin.
Assisten Bidang Pemerintahan Setda Kabupaten Sukabumi yang juga pimpinan rapat koordinasi, Sofyan Effendi mengakui adanya penolakan Jamaah Ahmadiyah terhadap MUI. Namun penolakan Jamaah Ahmadiyah itu tidak perlu disikapi secara emosinal. Justru Pemerintah Daerah akan mencari solusi terbaik untuk memberikan pembinaan terhadap Jamaah Ahmadiyah.
Jalan Tembus Ditolak, Warga Sriwedari Kesal
GUNUNGPUYUH -- Sejumlah warga RW 11 Kelurahan Sriwedari Kecamatan Gunungpuyuh kontan dibuat marah, siang kemarin (13/3). Pasalnya, rencana pengadaan jalan tembus yang disepakati mayoritas warga ditolak oleh 4 orang Kepala Keluarga (KK) RW 05 yang diduga pro pembangunan Lapangan Futsal Jalan Veteran. Jalan tembus tersebut menurut Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) nantinya akan menghubungkan Jalan Veteran menuju Komplek secapa POLRI.Keempat orang tersebut adalah Ferry, Khoe Moy, Natanael dan Teddy Susilo. Penolakan dilampirkan di atas surat tertanggal 7 Maret 2011 yang dibuat oleh Pengusaha Pembangunan Futsal, Ovian Ismana, dan ditujukan kepada warga RW 05, RW 10 dan RW 11 Kelurahan Sriwedari.Mereka keberatan atas pembebasan tanahnya, pada pelebaran jalan nanti.
Geng Motor Sukabumi Bentrok
SUKABUMI -- Dua kelompok geng motor bentrok di Jalan Didi Sukardi Pasir Dongke di Jalan Kelurahan Gedongpanjang, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, kemarin (13/3) sekitar pukul 03.00 WIB. Bentrokan antar dua geng motor tersebut pecah, setelah petugas kepolisian dan TNI patroli bersama yang diakhiri sekitar pukul 01.00 WIB. Betrokan dua kubu tersebut mengakibatkan tiga pelajar Kota Sukabumi dan satu warga mengalami luka serius. Keempatnya yakni, Andre Yanuar (12), pelajar kelas 5 SDN Lembursitu, warga Tegallaya, Lembursitu, yang juga putra anggota polisi yang bertugas di Polda Jabar, Bambang Fredi Ernawan (17), pelajar kelas III SMAN 4 Kota Sukabumi, warga Perum Taman Asri, Deri Indriana (18) pelajar Kelas III SMK Pajajaran Kota Sukabumi, warga Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, dan Dadan (18), pengangguran, warga Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi.
12 Maret 2011
Kejari Usut Dua Kasus Korupsi di Kota Sukabumi
Sukabumi -- Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukabumi semakin mantap mengusut dua kasus tindak pidana korupsi yang terjadi di Kota Sukabumi. Prioritas pengusutan mengarah ke kasus dugaan korupsi Proyek Pembebasan Lahan Jalan Lingkar Selatan dan Proyek Penataan Lingkungan Gedung DPRD Kota Sukabumi jilid kedua. Kedua kasus ini menjadi bidikan Kejari dalam penanganan perkara korupsi tahun 2011.
Korupsi Dana Gempa Undrus Binangun, 50 Saksi Diperiksa
Sukabumi - Sedikitnya 50 saksi telah diperiksa polisi terkait kasus dugaan korupsi penyaluran dana gempa bumi alias duit gempa (dugem) di Desa Undrusbinangun Kecamatan Kadudampit Kabupaten Sukabumi. Rencananya polisi akan kembali memeriksa sejumlah saksi dari lingkungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Proses penggalian data akan dilakukan juga dengan memanggil saski dari lembaga penyaliran dana gempa tingkat Provinsi Jawa Barat.
Pernyataan Forum Kota Sehat Sukabumi Bikin Berang Pejabat
Sukabumi - Sejumlah pejabat Pemda Kota Sukabumi sempat berang mendengar pernyataan Ketua Forum Sukabumi Sehat (FKSS), Sutisna. Pasalnya, FKSS menyatakan tidak siap menyertakan Kota Sukabumi dalam kegiatan lomba sehat tingkat nasional tahun 2011. Padahal Kota Sukabumi sempat meraih penghargaan dalam lomba ini.
”Kota Sukabumi belum siap dan meminta pembinaan terlebih dulu. Sebelum mengikuti lomba ini, kami akan berupaya merancang rencana aksi untuk mempersiapkan diri dalam meraih penghargaan Kota Sehat,” kata Sutisna saat menerima rombongan Tim Penilai dan Pembina Kota Sehat Pemprov Jabar di Balaikota Sukabumi, Selasa (1/3) kemarin.
Wanita Dikeroyok Massa Karena Dituduk mau Menculik Bayi
Sukabumi - Gara-gara dituduh menculik, seorang perempuan muda dihajar warga hingga mukanya bonyok. Pelaku ketangkap basah saat membawa bocah berusia 1,5 tahun asal Kampung Cijambe RT 01/07 Desa Bantargadung Kecamatan Bantargadung Kabupaten Sukabumi, Kamis (10/3) kemarin. Untuk menghindari amukan massa, pelaku diamankan petugas ke Mapolsek Warungkiara.
Perempuan yang belum diketahui identitasnya itu ditangkap warga sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu pelaku berusaha melarikan diri sambil menggendong Nuraeni yang sedang bermain di halaman rumahnya. Pelaku sempat dikejar sejumlah warga hingga sejauh 40 meter.
Kajari Cibadak Janji Usut Tuntas Korupsi RSUD Sekarwangi
CIBADAK -- Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibadak berjanji mengusut tuntas dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes) dan obat-obatan di RSUD Sekarwangi Cibadak. Apalagi nilai kerugian negara pada penggadaan alkes sebesar Rp400 juta dari nilai proyek Rp2,5 miliar pada APBD 2009 itu. Kemarin, Kejari Cibadak, Marihot Silalahi mengatakan pihaknya sudah melakukan penyidikan dan saat ini tinggal penajam. Dirinya sudah mengantongi calon tersangka, namun dirinya masih merahasiakannya apakah dari pengusaha atau pejabat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi.
Sukabumi Siapkan SKB untuk Ahmadiyah
SUKABUMI, (PRLM).- Pemkab dan Pemkot Sukabumi sedang menyiapkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Bupati dan Wali Kota Sukabumi sebagai tindak lanjut SKB 3 menteri dan Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 12 Tahun 2011 tentang Larangan Jamaah Ahmadiyah Indonesia di Jawa Barat.
Meski berisi larangan beraktivitas bagi Ahmadiyah, pemerintah berjanji tetap memberikan perlindungan kepada semua warga, termasuk pengikut Ahmadiyah.
9 Maret 2011
Ketua Koppas Cicurug Dipolisikan
Cicurug -- Lembaga Swadaya Masyakat (LSM) Cicurug melaporkan Ketua Koperasi Pasar (Koppas) AJ (45) ke Polsek Cicurug, akhir pekan lalu. Laporan tersebut ditujukan LSM dengan dugaan AJ melakukan pencemaran nama baik dan AJ melibatkan LSM Cicurug dalam proyek penghapusan aset pasar Cicurug senilai Rp 200 juta.
Ahmadiyah Resmi Dilarang di Jawa Barat
Radar Sukabumi -- Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan bersikap tegas terhadap jemaah Ahmadiyah di Jabar. Kini, jemaah Ahmadiyah dilarang tegas melakukan segala aktivitasnya di wilayah Jabar. Pelarangan itu tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Jabar tentang Larangan Kegiatan Jemaah Ahmadiyah di Jabar yang disahkan, kemarin (3/3).
25 Februari 2011
155 Orang terlantar, Pemkab Sukabumi Merasa Kecolongan
Radar Sukabumi -- Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi, Iwan Ridwan mengaku kecolongan atas terlantarnya 155 buruh asal Kabupaten Sukabumi di Pantai Pasir Padi, Kota Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung (Babel) , yang kabarnya akan dipekerjakan di pengeboran timah di daerah Pangkal Pinang.
Polisi Kantongi Delapan Nama Kasus Tawuran Maut di Cicurug
Radar Sukabumi -- Kasus tewasnya siswa SMK Kartika Candra (KC) Kota Sukabumi, Ade Sugiana (16) dalam insiden tawuran di Cicurug Kabupaten Sukabumi 5 Februari belum diungkap polisi. Hingga kini, polisi belum menangkap satu pun pelaku yang menyebabkan Ade meregang nyawa.
Meski demikian, Kapolres Sukabumi AKBP Bagus Srigustian mengklaim pihaknya sudah mengantongi delapan nama yang diduga kuat terlibat dalam tawuran berujung maut itu. Sayangnya, Bagus enggan membeberkan identitas ke delapan pelajar itu, termasuk sekolahnya. "Kedelapan pelajar ini masih dalam pencarian, tapi identitasnya sudah kami ketahui," ujar Bagus, kemarin.
Selamat Jalan Anis Djatisunda...
Radar Sukabumi -- Budayawan Jawa Barat, Anis Djatisunda tutup usia di Rumah Sakit Secapa Polri Kota Sukabumi, kemarin. Anis wafat pukul 12.00 WIB setelah mendapatkan perawatan selama satu pekan karena memiliki penyakit jantung yang dideritanya. Kendati demikian, atas meninggalnya pria kelahiran Sangir, Talaut, Sulawesi Utara 07 Mei 1939 dengan nama Johanis Tarius Bin Darius Damar itu bukan hanya kalangan keluarga yang merasa terpukul dan kehilangan. Sejumlah seniman dan Pejabat Kota Sukabumi juga terlihat terpukul saat menghadiri. Terlihat saat menyalatkan jenazah di rumah duka Gang Kaum IV No 88 RT 01/02 Kel Gunungparang, Kec Cikole dan dipemakaman Taman Rohmat Kecamatan Citamiang Wakil Walikota Sukabumi, Mulyono didampingi Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Sukabumi, Plt Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Sukabumi, Ayep Supriatna, bahkan murid terdekatnya Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sukabumi Kota, Briptu Rusli Bahtiar dan Usep Sutendi turut mengikuti proses hingga pemakaman.
Karyawan Cosmo Ngaku Ditipu Pimpinan
Radar Sukabumi -- Ratusan karyawan PT Cosmo Tecnology yang beralamat di Jalan Karangtengah, Cibadak berunjukrasa, kemarin. Mereka menuntut penetapan Upah Minimum Kabupaten (UMK) sebesar Rp 850 ribu dilaksanakan manajemen pabrik. Selain itu, buruh pabrik juga mendesak perubahan manajemen perusahaan yang kurang adil dalam memberikan kebijakan kepada karyawan.
Aksi yang dilakukan di depan gerbang pabrik elektronik ini berlangsung sejak pukul 07.00 WIB. Unjuk rasa dilakukan dengan menolak masuk pabrik atau mogok kerja. Aksi ini juga diwarnai penyetopan sebuah mobil trailer yang akan masuk ke pabrik. Unjuk rasa ini berdampak pada terhentinya proses produksi pabrik.
Polisi Pastikan Pistol DNS Palsu
Radar Sukabumi --Dua kasus terkait senjata api yang terjadi dalam sepekan terakhir mendapat perhatian serius dari aparat kepolisian. Kasus pertama adalah penembakan misterius di Cidolog dan oknum DNS yang meresahkan warga karena ditenggarai kerap membawa pistol.
Kapolres Sukabumi, AKBP Bagus Srigustian yang dikonfirmasi mengenai dua kasus ini kemarin menjelaskan untuk kasus penembakan misterius masih dalam penyelidikan. Ia mengaku pihaknya belum dapat mengungkap pelaku penembakan misterius terhadap Sukendar (33) itu. Sebab prosesnya masih dalam pengembangan, menunggu korban pulih supaya dapat kejelasan kronologis. "Kami juga masih menunggu hasil dari Uji Balistik Pusdiklabfor yang meneliti proyektil yang bersarang di punggung korban," jelas Bagus.
24 Februari 2011
Oknum Pungli Prona Bisa Dipidanakan
Radar Sukabumi -- Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Sukabumi James F. Tirayoh, menghimbau kepada seluruh masyarakat yang menjadi peserta Program Tatalaksana Pertanahan (Prona) 2011, agar tidak terbujuk oleh rayuan para oknum (calo) yang meminta biaya untuk pembuatan sertifikat tanah Prona. “Pembuatan sertifikat Prona sepenuhnya dibiayai oleh negara, terkecuali untuk pembelian materai yang dibebankan kepada masyarakat,” kata James saat ditemui Radar Sukabumi di ruang kerjanya.
155 Warga Sukabumi Telantar di Pangkal Pinang, Babel
Radar Sukabumi -- Sedikitnya 70 dari 155 pencari pekerja asal Kabupaten Sukabumi telantar di Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung. Hingga kemarin, mereka hidup dibawah tenda biru di sebuah lahan milik warga asal Pasir Padi Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung. Kabarnya mereka ini dipekerjakan sebagai buruh pengeboran timah di berbagai daerah negeri serumpun sebalai.
Saking Dingin Sukabumi, Bulukuduk Komeng Merinding
Radar Sukabumi --Siang kemarin sebagian warga memadati Alun-alun Kota Sukabumi. Ini bukan karena ada peristiwa kriminalitas atau bencana yang menghebohkan. Kejadiannya juga menghebohkan juga sih. Tapi hebohnya mengundang gelak tawa. Karena, warga berbondong-bondong ingin menyaksikan artis pelawak Indonesia Adul dan Komeng.
Rumah Naga Parungkuda Diprotes Warga
Radar Sukabumi -Sebuah rumah berornamen patung Naga dan Garuda raksasa di RT 17/04 Kampung/Desa Kompa Kecamatan Parungkuda, diprotes warga. Alasannya warga menilai oranamen patung dan garuda serta desain rumah bernuansa oriental tersebut bukan hanya digunakan untuk tempat tinggal, tapi juga untuk praktik ibadah lainnya. Bentuk protes warga dilakukan dengan mendatangi rumah tersebut, Selasa (22/2) lalu dan mendesak agar rumah tersebut dibongkar.
Polsek Palabuhanratu Tangkap Pengedar Upal
SUKABUMI, (PRLM).- Ratusan lembar uang palsu (upal) rupiah, dolar Singapura dan uang Brazil (UB) berhasil diamankan petugas Polsek Palabuhanratu. Upal sebanyak itu disita dari tangan tersangka, Rizal Lusibahi (31) warga Kp. Cihuni RT 03/RW 01, Ds. Pagelaran, Kec. Malingping, Kab. Lebak, Provinsi Banten di kafe "Pesona" di Pantai Citepus Istiqomah, Ds. Citepus, Kec. Palabuhanratu, Rabu (23/2) dini hari. Selain upal, petugas pun menyita barang bukti dua unit handphone milik tersangka.
22 Februari 2011
10 Jalur Dilalui Liong-Barongsai Tahun 2011 di Kota Sukabumi
Radar Sukabumi --Kasat Lantas Polres Sukabumi Kota, AKP Asep Saepudin menjelaskan, ada 10 ruas jalan di Kota Sukabumi yang akan ditutup sebagai jalan untuk melintas liong dan barongsai pada perayaan Cap Go Meh (23/2) besok. Ruas jalan yang akan dilalui adalah Jalan Pajagalan ke Palabuhan II, di Jalan Pelabuhan II masuk ke Bank Supra dan kembali ke Jalan Pelabuhan II. "Dari Pelabuhan II melaju ke Ahmad Yani, Zaenal Zakse, RE Martadinata ke Ciwangi masuk ke Jalan A Yani mengarah kembali ke Nyomplong melintasi Pasundan dan finish di Jalan Pajagalan. Di mana liong dan barongsai itu star (di Kelenteng Pajagalan atau Vihara Widhi Sakti),"katanya kepada Radar Sukabumi, kemarin.
Walikota Peringatkan Ahmadiyah Sukabumi
Radar Sukabumi -- Kejadian penyerangan terhadap jamaah Ahmadiyah di Kampung Peundeuy, Desa Umbulan, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Banten beberapa waktu lalu mendapat tanggapan Walikota Sukabumi, HM Muslikh Abdussyukur. Orang nomor satu di Kota Sukabumi tersebut bahkan menghimbau kepada pengikut Ahmadiyah, agar kembali kepada agama dan ajaran yang benar. Saat ditanya terkait apa tindakan Pemerintah Kota Sukabumi dengan adanya ajaran Ahmadiyah, menurut Muslikh pihaknya hanya mengikuti kewenangan dari pemerintah pusat. Dengan alasan yang berhak memutuskan perlu dibubarkannya Ahmadiyah, tergantung pemerintah pusat dan bukan daerah.
MUI Sukabumi Desak Ahmadiyah Dibubarkan
Radar Sukabumi --Majelis Ulama Kota dan Kabupaten Sukabumi menilai keberadaan kelompok Ahmadiyah memang harus dihapus di Indonesia, termasuk di Sukabumi. Alasannya tidak lain karena kelompok ini disebut beraliran sesat. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi, KH Dedi Ismatullah mendesak pemerintah agar segera membubarkan Ahmadiyah yang sudah dianggap menyimpang dari pokok-pokok ajaran agama Islam. Ungkapan ini disampaikan Dedi selepas rapat koordinsi dengan Wakil Walikota Sukabumi Mulyono yang didampingi Asda II Dede Solehudin dan jajarannya, Kapolres Sukabumi Kota AKBP Anwar yang didampingi Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota, AKP Engkus Kuswaha, Kepala Bidang Tata Usaha (TU) Kementrian Agama Karimudin, Ketua Forum Komunitas Umat Beragama (FKUB), Ade Munhiyar dan Kepala Kesbangpol dan Linmas, Hardi harpan di Pusat kajian Islam (Puski) Kota Sukabumi, kemarin.
Kreatifitas Siswa Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Radar Sukabumi -- Walikota Sukabumi, Muslikh Abdussyukur membuka pelaksanaan Gala Aksi dan Prestasi (Galaksi) ke-6 SMAN 4 Kota Sukabumi, pada Rabu (16/2). Dalam sambutannya Walikota Sukabumi mengatakan kegiatan Galaksi tersebut untuk meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat, juga sesuai dengan visi dan misi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi tahun 2008-2013, yakni Dengan Iman dan Taqwa Mewujudkan Pemerintahan yang Amanah Berparadigma Surgawi, Menuju Kota Sukabumi yang Cerdas, Sehat dan Sejahtera.
Sriwedari Juara Kadarkum Tingkat Kota Sukabumi
Radar Sukabumi -- Untuk menghindari salah tafsir dan mis komunikasi atau salah informasi yang berujung pada kejadian protes dan demonstrasi, huru -hara, atau sikap anarkis lainnya, Pemerintah Kota Sukabumi melalui Bagian Hukum Kota Sukabumi membentuk masyarakat sebagai kader yang sadar akan hukum dan perundang-undangan. Pembentukan masyarakat yang sadar hukum dibuktikan dengan digelarnya Lomba Keluarga Sadar akan Hukum (Kadarkum) tingkat kecamatan yang berlangsung di Halaman Kecamatan Gunung Puyuh Kota Sukabumi, beberapa waktu lalu.
Slalom Ajang Bergengsi Pecinta Otomotif
Radar Sukabumi--Berbagai tipe mobil yang dikemudikan para pecinta otomotif mengikuti ajang Relly Wisata dan Slalom Race yang dibuka Walikota Sukabumi, Muslikh Abdussyukur di Jalur Lingkar Selatan, Baros, kemarin. Selain kontes dan lomba Slalom Race, perhelatan ini juga jadi ajang bagi pecinta otomotif untuk bertemu dan berunjuk gigi.
“Kegiatan kali ini diikuti 150 peserta Relly Wisata dan 52 peserta untuk Slalom Race," ujar Ketua Panitia Simpel yang mengadakan Evant, Eka Diantara kepada Radar Sukabumi, kemarin.
Ngabungbang di Sukawayana Palabuhanratu
Radar Sukabumi --Upacara adat ngabungbang di Palabuhanratu masih menjadi magnet luar biasa dari warga luar kota Sukabumi. Terbukti upacara yang difasilitasi Inna Samudera Beach Hotel (SBH) Palabuhanratu ini tetap dipadati ratusan peserta dari Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, Bekasi (Jabodetabek), Subang, Indramayu, Cirebon hingga Jogyakarta. Para peserta ini jauh-jauh datang ke Sukabumi hanya ingin membersihkan dan menyatukan cipta, rasa dan karsa untuk menghindarkan segala perilaku tidak baik, lahir maupun batin.
16 Februari 2011
Gurdacil di Kec. Cikakak Tanyakan Tunjangan
SUKABUMI, (PRLM).- Sejumlah guru di daerah terpencil atau biasa disebut gurdacil di Kec. Cikakak, mempertanyakan kepada pemerintah pusat alasan tidak mendapatkan uang tunjangan gurdacil dari APBN tahun lalu. Padahal, tahun-tahun sebelumnya yakni sejak 2007 hingga 2009, mereka sempat memperolehnya. Sementara untuk tahun ini, belum ada pengalokasian dari pemerintah pusat.
15 Februari 2011
Puluhan KK Korban Bencana Tanah Longsor di Gegerbitung Resah
SUKABUMI, (PRLM).- Sebanyak tujuh puluh dua Kepala keluarga (KK) di dua kampung Desa Sukamanah, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi diperintahkan segera meninggalkan tempat penampungan sementara (tampungsem) bencana tanah longsor.
Ultimatum pemilik lahan penampungan itu, memicu keresahan warga di Kampung Baru dan Kampung Warung Tepus. Karena sampai saat ini, mereka sama sekali tidak memiliki tanah pascabencana tanah longsor yang menerjang kawasan pemukiman warga Kampung Cipari beberapa waktu lalu.
“Mereka diperintahkan pemilik lahan tempat penampungan sementara untuk segera pindah. Bahkan belum lama ini rumah salah seorang korban bencana tanah longsor Cipari telah dibongkar paksa pemilik lahan. Pemilik lahan telah memerintahkan agar seluruh warga meninggalkan lahannya,” kata Ketua Panitian Relokasi Bencana Tanah Longsor Desa Sukamanah, Aef kepada "PRLM", Selasa (15/2). (A-162/A-147)***
DAK Disdik Kacau Balau, Oknum "Pentolan" Parpol Jadi Biang Kerok
Radar Sukabumi - Penyaluran dana alokasi khusus (DAK) buku di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi tahun 2010 kacau balau. Itu ketika sampai saat ini, penyaluran buku ke SD penerima program itu tak kunjung direalisasikan.
Jalan Sukaraja-Gegerbitung Rusak Berat
SUKABUMI, (PRLM).- Warga di sepanjang lintasan yang menghubungi Kecamatan Sukaraja, Cirenghas dan Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi mengeluhkan buruknya kondisi jalan disana. Hampir sebagian besar badan jalan di kawasan itu, rusak berat.
FKSD Kab. Sukabumi Berikan Pelatihan Dasar SAR pada Pelajar
SUKABUMI, (PRLM).- Forum Koordinasi SAR Daerah (FKSD) Kab. Sukabumi akan memberikan pendidikan dan pelatihan dasar kepada para pelajar SMP dan SMA se-Kab. Sukabumi tentang upaya search and rescue (pencarian dan penyelamatan) dalam musibah bencana alam. Kegiatan pendidikan dan pelatihan dasar tersebut akan dilaksanakan pertengahan Maret nanti, bekerjasama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kab. Sukabumi serta instansi terkait lainnya.
Barongsai Turun, Warga Padati Yogya Dept Store
Jurnal Sukabumi - Kerinduan masyarakat Kota Sukabumi untuk melihat atraksi Barongsai akhirnya terobati. Itu terjadi setelah Yogya Departemen Store mengundang kelompok seni liong dan barongsai dari Tiong Gie Say Cileungsi Bogor. Suguhan atraksi digelar di lahan parkir lantai dua Toserba Yogya, Jalan RE. Martadinata Kota Sukabumi, Minggu (13/2) kemarin.
LPK Salon Citrasari Sukabumi Hangus Terbakar
Jurnal Sukabumi - Perisitwa kebakaran menimpa rumah milik H. Hidayat (63) di Jalan Aminta Azmali No. 100/13 Kampung Skip RT 05 RW 09 Kelurahan Sriwedari Kecamatan Gunung Puyuh Kota Sukabumi, Senin (14/2) kemarin. Si Jago merah melahap bangunan tempat tinggal yang kerap dijadikan juga sebagai salon kecantikan dan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) ”Citra Sari”. Akibat kejadian ini, pemilik rumah mengalami kerugian hingga mencapai sekitar Rp 100 juta.
9 Februari 2011
80 Persen TKI Sukabumi Tidak Terdata
SUKABUMI, (PRLM).- Sebanyak 80 persen Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Sukabumi tidak terdata. Pemerintah kesulitan melacak keberadaan mereka sehingga sulit melakukan upaya-upaya penyelamatan untuk mereka. Termasuk upaya pemulangan tenaga kerja yang saat ini bekerja di Mesir.
Menurut data kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, jumlah TKI asal Sukabumi mencapai 55.207 orang. "Sementara yang tercatat di kami hanya sekitar 12.000 orang. Artinya, sekitar 80 persennya tidak terdata," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kab. Sukabumi Iwan Ridwan ditemui di kantornya Jln. Pelabuhan II Kab. Sukabumi, Selasa (8/2).
Meski Aman, Jamaah Ahmadiyah Sukabumi Tetap Khawatir
SUKABUMI, (PRLM).- Kota Sukabumi tetap kondusif pasca-insiden Cikeusik yang menimpa jamaah Ahmadiyah. Meski demikian, insiden tersebut tetap menimbulkan kekhawatiran bagi jamaah Ahmadiyah di Kota Sukabumi. Namun mereka tetap melaksanakan kegiatannya sehari-hari seperti biasa.
“Secara langsung tidak ada dampak. Suasana di sini kondusif, kerjasama dengan kepolisian juga baik. Secara tidak langsung, kami jadi khawatir dan was-was. Apalagi dengan pemberitaan media yang terus-menerus, bagaimana nanti orang melihat kami dan anak-anak kami,” kata mubalig Ahmadiyah untuk wilayah Sukabumi dan Cianjur Deli Sadeli Fathol Ahmad ditemui di Masjid Bilal Jln. Sriwedari Kel. Sriwedari, Kec. Gunung Puyuh Kota Sukabumi, Selasa (8/2).
Kab. Sukabumi Pertanyakan Status Daerah Tertinggal
SUKABUMI, (PRLM).- DPRD Kab. Sukabumi akan melakukan rapat dengar pendapat (hearing) dengan kantor Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT) dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk mempertanyakan status Kab. Sukabumi yang hingga kini masih termasuk ke dalam daftar daerah tertinggal di Jawa Barat. Pasalnya, sampai sekarang kriteria penilaian yang dibuat oleh pemerintah pusat dinilai belum jelas.
“Terus terang, saya juga masih bingung barometer dan kriteria penilaian sehingga Kab. Sukabumi masih termasuk ke dalam daftar daerah tertinggal ini apa? Sebab yang saya tahu, pembangunan di Kab. Sukabumi ini cukup bagus, bahkan menunjukan peningkatan yang signifikan. Supaya lebih jelas lagi, kami dalam waktu dekat ini akan minta hearing dengan KPDT termasuk Bappenas,” kata Ketua DPRD Kab.Sukabumi, Badri Suhendi, S.IP., ketika ditemui di Palabuhanratu, Selasa (8/2).
Petani Diimbau untuk Menunda Penjualan Gabah
SUKABUMI, (PRLM).- Untuk mengantisipasi melemahnya harga gabah, Dinas Pertanian Kota Sukabumi telah mengimbau agar para petani tidak serta merta menjual hasil produksinya. Para petani diharapkan untuk mengeringkan padi terlebih dahulu hingga hasilnya lebih baik.
Langkah tersebut dilakukan selain untuk menunggu hingga harga kembali stabil sehingga tidak merugikan para petani. “Mudah-mudahan dengan menahan hasil produksinya sebelum dijual harga gabah dapat lebih baik. Saat ini, harga gabah di sejumlah petani relatif stabil hingga mencapai Rp 2.900/kg. Mudah-mudahan hingga panen mendatang harga gabah stabil,” kata Kepala Dinas Pertanian Kota Sukabumi, Kardina Karsoedi kepada "PRLM", Rabu (9/2). (A-162/kur)***
Anomali Cuaca Ekstrem Turunkan Kualitas Padi
SUKABUMI, (PRLM).- Petani di Kota dan Kabupaten Sukabumi mengeluhkan kualitas hasil tanamannya. Hampir sebagian besar hasil tanamannya diperoleh tidak optimal. Selain serangan hama yang merusak hampir sebagian besar tanamannya, juga anomali cuaca ekstrem sangat mempengaruhi hasil jerih payahnya.
8 Februari 2011
Polisi Perketat Pengamanan di Kota Sukabumi
SUKABUMI, (PRLM).-K epolisian Resort (Polres) Sukabumi Kota tidak hanya mengamankan mesjid Ahmadiyah di Kelurahan Sriwedari, Kecamatan Gunung Puyuh Kota Sukabumi saja. Namun pengamanan telah dilakukan dibeberapa rumah warga jamaah Ahmadiyah di Kampung Panjalu, Desa Warnasari, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi.
“Pengamanan lebih ditingkatkan pasca kerusuhan di Pandeglang, Banten beberapa waktu lalu. Kami telah menempatkan personil didua titik berbeda untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan pasca kerusuhan disana,” kata Wakil Kepala Kepolisian Resort (Polres) Sukabumi Kota, Komisaris Polisi (Kompol) Adiwijaya kepada "PRLM", Selasa (8/2). (A-162/kur)***
Pertahankan Seni Sunda di Sukabumi
Radar Sukabumi -- Seni Sunda gamelan yang sudah jarang kita dengar di lingkungan Sukabumi kini dengan adanya Euis Masripah (51 tahun) dan Eman Sulaiman(54 tahun) dengan diberi nama gruop Gapura Emas, Nama ” Gapura Emas ” sendiri mempunyai makna :
Gapura –> Garapan Sapala Putra, Emas-> Euis Eman Sulaiman. Gapura Emas ini selalu tampil dari pangung ke panggung untuk memenuhi undangan yang mereka dapat jika ada acara pernikahan. Gapura Emas ini dipimpin Euis Eman yang sudah berjalan sejak tahun 1998 ini mengaku sangat senang dengan memajukan Seni Sunda. Sejak kecil saya sudah di ajarkan oleh ibu saya, ujar Euis kepada Radar Sukabumi.
Ahmadiyah Sukabumi Tahajud Bersama
Radar Sukabumi --Warga Ahmadiyah di Sukabumi mengadakan salat tahajud dan doa bersama, terkait bentrokan di Cikeusik, Pandeglang, Banten, Senin (7/2) malam. Doa bersama ini berlangsung di areal Masjid Bilal milik jamaah Ahmadiyah di jalan Sriwidari RT 6/RW 1 Kelurahan Selabatu, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi. Meski kondusif, beberapa polisi berjaga-jaga untuk memastikan suasana lokasi tersebut aman.
Ikan Asin Mengandung Pemutih Beredar di Pasar
SUKABUMI (SINDO) – Dinas Koperasi,Perindustrian, Perdagangan dan Pasar (Diskoperindagsar) Kabupaten Sukabumi mengungkap peredaran ikan asin di sejumlah pasar tradisional yang diduga mengandung zat berbahaya yang biasa digunakan pada pemutih pakaian.
BMKG Palabuhanratu Jadi Pusat Penelitian
SUKABUMI, (PRLM).- Kantor Obsevatori Geofisika, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Palabuhanratu, Kab. Sukabumi, akan menjadi pusat penelitian dan pengamatan cuaca, iklim serta gempa yang memiliki peralatan terlengkap se-Indonesia. Bahkan kelengkapan peralatannya akan menjadi projek percontohan bagi kantor-kantor BMKG lainnya secara nasional.
HNSI Sukabumi Minta Pemerintah Sediakan Peralatan Penangkapan Ikan
SUKABUMI, (PRLM).- Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kab. Sukabumi, mengharapkan agar pemerintah melengkapi bantuan enam unit kapal 30 GT (gross ton) dengan satu paket peralatan canggih yang bisa mendongkrak hasil tangkapan ikan nelayan. Paket peralatan tersebut, antara lain JPS yakni alat untuk mendeteksi titik koordinat di tengah laut, fish finder yaitu alat untuk mencari tempat berkumpulnya ikan di dalam laut. Selain itu, elektro fish yakni alat untuk memanggil gerombolan ikan serta radio SSB yaitu alat komunikasi antara nahkoda dengan petugas di darat.
Siswa KC Sukabumi Tewas Dibacok
Radar Sukabumi - Seorang siswa SMK Kartika Candra (KC) Kota Sukabumi, Ade Sugiana (16) tewas dibacok dalam tawuran di Kampung Bangkongreang Desa Benda Kecamatan Cicurug Kabupaten Sukabumi, Sabtu sore (5/1) lalu. Korban lainnya Dede Eka (16) siswa SMK KC yang duduk di kelas I dalam kondisi kritis akibat luka sabetan senjata tajam di tangan, jari hampir putus dan luka di sekitar anggota tubuh lainya. Sementara, Muhammad Rian (16), yang merupakan teman satu kelas Dede mengalami luka di sekitar kepala akibat lemparan batu.
4 Februari 2011
Helmy Tampil, Sekda Mundur
Jurnal Sukabumi – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sukabumi, Muhammad Muraz memilih mundur dari Ketua Badan Pengawas PDAM Tirta Bumi Wibawa (TBW). Pengunduran itu terjadi setelah Walikota Sukabumi mengangkat Helmy Soetikno sebagai Direktur PDAM TBW Kota Sukabumi. Jabatan Ketua Dewan Pengawas akhirnya ditempati H. Kostaman yang juga menjabat Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPAKAD) Kota Sukabumi.
Pengadilan Agama Gulirkan Justice for All
Jurnal Sukabumi - Pengadilan Agama Kota Sukabumi akan menggulirkan program justice for all . Program ini akan diberikan kepada masyarakat yang akan mencari keadilan. Ketua Pengadilan Agama Kota Sukabumi, Yusuf Effendi mengatakan, pihaknya siap memberikan pelayanan gratis untuk 82 khusus bagi warga kurang mampu.
Kelurahan Selabatu Salurkan DDUPB
Jurnal Sukabumi – Kelurahan Selabatu Kecamatan Cikole Kota Sukabumi menggulirkan Dana Daerah Untuk Pembangunan Bersama (DDUPB) Tahun 2011. Dana sebesar Rp 40 juta ini diserahkan Ketua Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Kelurahan Selabatu, H. Yoyong. Alokasi dana sebesar Rp 23 juta diperuntukan bagi pengadaan sarana dan prasarana Posyandu.
31 Januari 2011
Pembangunan Mesjid RS Bunut Butuh Rp1,37 M
Radar Sukabumi -- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R Syamsudin Kota Sukabumi menggelar peletakan batu pertama rencana pembangunan Masjid Al-Ikhlas RSUD R Syamsudin pekan lalu. Prosesi acara berlangsung selepas salat berjamaah Jum'at (28/1). Kegiatan diprakarsai Direktur RSUD R Syamsudin, dr Suherman. Rencana pembangunan dilakukan sehubungan masjid yang pernah direnovasi sebanyak empat kali tersebut tidak bisa menampung jamaah dalam jumlah banyak dan kondisinya kurang representatif. "Masjid perlu dibangun, sehubungan kalau banyak pengunjung yang datang ke rumah sakit ini, sudah tidak muat lagi. Kasihan kan kalau mereka harus salat di halaman. Selain itu, tempatnya terlalu berdekatan dengan ruangan jenazah," tutur Suherman.
Kelas III Gratis, Jamkesmas Ditiadakan
Radar Sukabumi -- Warga miskin di Kota Sukabumi, berharap bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang mudah dan gratis. Terlebih dengan semakin meningkatnya biaya hidup di kota moci ini. Jaminan Kesehatan Masyararakat (Jamkesmas) ternyata masih belum mampu meringankan beban biaya. Sebagian besar dari mereka, untuk membayar biaya perawatan di Ruang Kelas III di RSUD R.Syamsudin saja merasa keberatan. "Keinginan kami sebagai warga miskin, biaya perawatan bisa gratis. Dengan seperti itu, beban kami sebagai warga tidak mampu akan berkurang," tutur seorang pasien, Teti (47), kepada Radar Sukabumi pagi kemarin.
Interaktif, Training Jurnalistik oleh Robbani
Radar Sukabumi -- Training Jurnalistik yang diselenggarakan LSM Robbani Sukabumi di Gedung Negara Pendopo Sukabumi berlangsung meriah, kemarin. Dialog internatif seputar dunia jurnalistik terjadi antara pembicara dengan peserta. Peserta yang mengikuti dialog ini berjumlah 50 orang. Semuanya pelajar se-Kota dan Kabupaten Sukabumi. Pada termin pertama, materi diisi oleh Rojab Asyari dari Harian Jurnal Nasional. Sedangkan pemateri Didiet Rahma Aditya yang juga Redaktur/Korlip Harian Radar Sukabumi tampil sebagai pembicara termin kedua. Suasana begitu hangat, pesertapun dibuat interaktif ketika pemateri Didiet memaparkan materi tentang Jurnalistik Dasar. Dalam pemaparannya para peserta diberi pengertian seputar apa itu profesi seorang jurnalis/reporter/wartawan/wartawati. Pemateri juga menyampaikan Karakter Seorang Jurnalis, sampai kepada Teknik Pembuatan Berita yang benar sesuai EYD dan Teknik Dasar Wawancara.
27 Januari 2011
Audit Dana Abadi KTNA Kab. Sukabumi Rampung
SUKABUMI (SINDO) – Kejaksaan Negeri Cibadak,Kabupaten Sukabumi kembali melanjutkan proses penyidikan dugaan korupsi dana abadi kontak tani dan nelayanan dalan(KTNA) sebesar Rp250 juta.
Nasi Timbel Diusulkan Jadi Warisan Budaya Dunia
BANDUNG (SINDO) – Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional (BPSNT) Bandung mengusulkan nasi timbel masuk dalam 99 jenis warisan budaya ke Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (UNESCO).
Sebelumnya, UNESCO secara resmi mengakui angklung, batik, keris, dan wayang sebagai warisan budaya. Kepala BPSNT Bandung Toto Sucipto mengatakan, pendataan warisan budaya tak benda yang tersebar di Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, dan Lampung ini dilakukan sejak pertengahan 2010 lalu.
Ulama & Mahasiswa Minta Bupati Hentikan Maksiat di Pasar Monyet
PALABUHANRATU, (PRLM).- Kalangan ulama dan mahasiswa di Kab. Sukabumi mendesak kepada Bupati Sukabumi, H. Sukmawijaya, M.M., supaya menghentikan sekaligus menghilangkan praktik prostitusi dan penjualan minuman keras (miras) di warung remang-remang (warem) di pasar monyet yang ada di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Sukawayana di Kec. Palabuhanratu dan Cikakak. Sebab, praktik kemaksiatan itu telah bertolak belakang dengan visi Kab. Sukabumi yaitu mewujudkan masyarakat berakhlak mulia dan menciptakan daerah Mubarokah.
26 Januari 2011
Menteri PDT “Tampar” Bupati Sukabumi, Disebut Daerah Tertinggal
Jurnal Sukabumi - Pernyataan Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (Meneg PDT), Helmy Faisal Zaini menjadikan tamparan bagi Bupati Sukabumi. Helmy menyatakan kembali mengenai predikat Kabupaten Sukabumi sebagai salah satu daerah tertinggal di Indonesia. Penegasan itu diungkapkan Helmy saat memberikan sambutan pada Peringatan Hari Gizi Nasional yang berlangsung di SDN Bojong Cikembar Kabupaten Sukabumi, Selasa (25/1) kemarin.
Langganan:
Postingan (Atom)